Pontianak (ANTARA) - PT Aneka Tambang (Antam) di Sanggau, Kalimantan Barat yang bergerak di pertambangan bauksit secara resmi menjadi pelanggan industri terbesar PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar di Kabupaten Sanggau tersebut.

"Saat ini PT Antam telah menjadi pelanggan industri kita dan terbesar di Sanggau. Operasional dimulai pada 13 Mei 2019 lalu," ujar Genaral Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi saat melakukan peresmian nya di PT Antam, Sanggu, Senin.

Agung menyebutkan total pasokan daya ke Unit Bisnis Pertambangan Bauksit (UBBPB)Tayan tersebut sebesar 3 Mega Watt (MW).

"Pasokan ini sebagai bentuk sinergi BUMN. Terpenting lagi komitmen kami di PLN yang melayani bukan hanya masyarakat namun pelanggan industri. Itu untuk mendukung perekonomian daerah," papar dia.

Dikatakan dia adanya pelanggan industri besar tersebut setelah beberapa waktu lalu hadirnya Gardu Induk Tayan.

"Melalui gardu induk tersebut daya yang bisa disalurkan dengan kapasitas 30 MW. Saat ini beban puncak di daerah Tayan, Sanggau ini baru 6,3 MW. Jadi suplai daya masih melimpah dan siap melayani pelangan," papar dia.

Sementara itu Plh Kepala Teknik Tambang Unit Bisnis Pertambangan Bauksit (UBBPB)Tayan, Endri Burhanudin menyambut baik sinergi antara Antam dan PLN.

"Kita sangat menyambut baik dengan telah masuknya suplai listrik ke Antam," papar dia.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya suplai listrik dari PLN maka dapat memberikan efisiensi kinerja pihaknya terutama penyediaan listrik.

"Saat ini kita untuk pasokan listrik melalui ganset kita. Nah, dengan adanya suplai listrik PLN ini maka ada efisiensi dan menurut perkiraan kita ada sekitar 30 - 40 persen.

Ia berharap kerjasama yang ada terus berlanjut ke berbagai hal lainnya sehingga kedua BUMN milik negara tersebut dapat terus memberikan kinerja yang terbaik dan memberi manfaat luas bagi bangsa dan negara.

" Untuk produksi PT Antam sendiri saat ini 100 ribu ton per bulan atau 1,2 juta per tahun," papar dia.

Baca juga: PLN UP3 Sanggau siagakan ratusan petugas amankan pasokan listrik

 

Pewarta : Dedi
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024