Kendari  (Antaranews Sultra) - Program pembangunan jalan usaha tani (JUT) sebagai penunjang menuju sentra produksi pertanian dengan menggunakan dana desa dapat menekan angka pengangguran bagi warga Desa Lagundi, Sulawesi Tenggara.

Kepala Desa Lagundi, La Andy melalui saluran telepon dari Kendari, Minggu mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan usaha tani yang memberdayakan warga desa menjadi komitmen pemerintah desa dan badan perwakilan desa (BPD).

"Seluruh kegiatan pembangunan yang dananya bersumber dari dana desa berdasarkan musyawarah warga, perangkat desa dan badan perwakilan desa. Tidak ada program yang dibuat atas keinginan secara pribadi kepala desa," katanya.

Dalam pelaksanaan program kegiatan desa, khususnya pekerjaan fisik lapangan mempekerjakan warga desa sehingga mereka memperoleh pemasukan.

"Hakekat dari dana desa dan anggaran dana desa dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah menysejahterakan masyarakat sehingga warga dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan," katanya.

Ia memberi contoh, peningkatan pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 4 meter direncanakan dikerjakan secara manual oleh warga desa.

"Sebagian pekerjaan menggunakan alat berat demi menjaga kualitas jalan. Itu pun berdasarkan saran warga sehingga tidak ada yang dirugikan," katanya.

Pekerjaan peningkatan jalan usaha tani di Desa Lagundi, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara yang sudah selesai dilaksanakan menghabiskan anggaran Rp300 juta. Sedangkan upah kerja warga sebesar Rp105. 000 per hari.

Kepala BPD Lagundi Syahrula mengatakan pelaksanaan pekerja peningkatan jalan usaha tani sepanjang 1,4 kilometer sempat menjadi sorotan karena menggunakan alat berat.

"Dalam perencanaan pelaksanaan pekerjaan dan penganggaran menggunakan tenaga manual atau dikerjakan oleh manusia. Kenyataannya sebagian item pekerjaan menggunakan alat berat. Hal ini perlu penjelasan agar tidak menimbulkan masalah hukum dikemudian hari," katanya.

Ia menambahkan kritikan, sorotan? atau apa pun namanya tidak bertujuan menjerumuskan pihak pelaksana pekerjaan tetapi sebagai wujud konsistensi terhadap hasil rapat yang melibatkan para pemangku kepentingan lainnya.

Anggota DPRD Buton Utara, Muliadin Salenda mengapresiasi pembangunan jalan usaha tani karena membuka akses para petani mengangkut hasil panen.

"Adanya jalan usaha tani maka petani semakin mudah pergi pulang ke kebun dan tidak kesulitan mengangkut hasil panen," kata Muliadin, politisi Partai Demokrat.



 

Pewarta : Sarjono
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024