Kendari (Antaranews Sultra) - Kehadiran investor yang membangun pabrik industri kelapa sawit di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Wakil Bupati Konawe Selatan DR Arsalim di Kendari, Senin, mengatakan tenaga kerja tidak hanya terbuka bagi mereka yang bekerja pada industri pabrik tetapi petani kelapa sawit ikut menerima dampak dari investasi.
"Pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat Konawe Selatan membuka diri bagi kehadiran investor yang serius karena diyakini ikut mengatasi masalah, khususnya membuka lapangan kerja sehingga patut didukung," kata Arsalim.
Namun, menurut dia, pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat ekstra hati-hati merespon investor yang hadir karena sudah pengalaman beragam karakter investor.
"Kalau pemerintah daerah dan wakil rakyat ketat dalam hal menerima investor jangan diasumsikan mempersulit tetapi selektif demi memastikan investor serius atau hanya main-main," katanya.
Berbeda dengan PT Merbaujaya Indahraya yang sudah memulai pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai bukti keseriusan menanamkan modal usaha di daerah ini.
PT Merbaujaya membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam atau membutuhkan bahan baku setara 12.000 hektare kebun produktif.
Oleh karena itu, Arsalim menambahkan petani berpeluang menjadi mitra pihak perusahaan yang saling menguntungkan.
Wakil Bupati Konawe Selatan DR Arsalim di Kendari, Senin, mengatakan tenaga kerja tidak hanya terbuka bagi mereka yang bekerja pada industri pabrik tetapi petani kelapa sawit ikut menerima dampak dari investasi.
"Pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat Konawe Selatan membuka diri bagi kehadiran investor yang serius karena diyakini ikut mengatasi masalah, khususnya membuka lapangan kerja sehingga patut didukung," kata Arsalim.
Namun, menurut dia, pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat ekstra hati-hati merespon investor yang hadir karena sudah pengalaman beragam karakter investor.
"Kalau pemerintah daerah dan wakil rakyat ketat dalam hal menerima investor jangan diasumsikan mempersulit tetapi selektif demi memastikan investor serius atau hanya main-main," katanya.
Berbeda dengan PT Merbaujaya Indahraya yang sudah memulai pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai bukti keseriusan menanamkan modal usaha di daerah ini.
PT Merbaujaya membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam atau membutuhkan bahan baku setara 12.000 hektare kebun produktif.
Oleh karena itu, Arsalim menambahkan petani berpeluang menjadi mitra pihak perusahaan yang saling menguntungkan.