Kendari (Antaranews Sultra) - Lima negara asing melirik potensi sumber daya alam sektor pertambakan udang vaname di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Konawe Utara DR Ruksamin di Kendari, Kamis, mengatakan pemerintah dan rakyat Konawe Utara membuka diri atas kehadiran investor yang serius menanamkam modalnya di daerah tersebut.

"Konawe Utara daerah potensial yang memberi harapan kesejahteraan bagi masyarakat jika dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berpedmoman pada ketentuan yang ada," ujar Bupati Ruksamin.

Kelima negara yang mengincar potensi tambah udang Konawe Utara adalah China, Hong Kong, Jepang, Rusia dan Korea.

Pemerintah Konawe Utara menyiapkan lahan seluas 3.000 hektare dari 2.000 hektare yang diinginkan investor yang serius menanamkan modalnya di daerah tersebut.

"Konawe Utara menantang investor yang akan mengembangkan usaha tambak udang vaname. Mereka meminta disiapkan 2.000 hektare kami buktikan dengan menyiapkan lahan 3.000 hektare," kata Ruksamin.

Selain menyiapkan lahan 3.000 haktare juga Konawe Utara mempermudah proses investasi karena kehadiran pengusaha akan mendorong percepatan pembangunan daerah setempat.

"Investor di sektor apa pun pasti berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Minimal membuka lapangan kerja, bahkan petani dapat terlibat dalam pengelolaan tambak udang," katanya.

Pembukaan lahan tambak sekitar 3.000 hektare untuk kegiatan usaha pertambakkan harus dipastikan tidak berdampak pada kerusakan lingkungan hutan bakau.

Oleh karena itu, kata Ruksamin sebelum kegiatan investasi berjalan harus didahului studi kelayakan maupun analisis dampak lingkungan dari lembaga kompeten.

Pewarta : Sarjono
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024