Kendari, Antara Sultra - Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto, mengatakan ledakan tang terjadi di kediaman Wali Kota Kendari, Asrun, pada Kamis (9/2) pukul 07.45 wita bukan karena bom, tetapi hanya kecelakaan berasal dari kebocoran karet tabung gas elpiji 12 kilogram (Kg).

"Hasil olah TKP dari tim Jibom Brimobda Sultra dan tim Labfor Polda Sulsel tidak ditemukan adanyaserpihan komponen bom. Kalau beerdasark olah TKP dan keterangan 11 saksi maka dipastikan sumber ledakan kediaman Wali Kota Kendari Asrun berasal dari kebocoran karet tabung gas elpiji," kata Andap saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sultra, Jumat.

Berdasarkan keterangan saksi kata Andap, sehari sebelum ledakan yakni tepatnya Rabu (8/2) pukul 09.00 waktu setempat, tabung gas di kediaman tersebut baru ditukar atau diganti dari tabung yang habis gasnya dengan tabung gas yang baru.

"Saat itu juga terjadi kebocoran pada karet tabung gas mengakibatkan gas memenuhi ruangan tersebut sampai pada titik jenuh. Waktu bersamaan pula ada beberapa komponen listrik ditempat itu dalam kondisi hidup mengakibatkan uap panas dari komponen listrik tersebut bercampur dengan gas yang sebelumnya telah memenuhi ruangan dapur itu sehingga terjadi ledakan," jelas Andap.

Wakil Laboratorium Forensik dari Polda Sulawesi Selatan AKBP Kartono, menurutnya, di lokasi ledakan terdapat karet tabung gas dalam kondisi rusak, kemudian tabung gas 12 kilo yang sudah berkurang beratnya 7 kilogram walau pun baru sehari digunakan.

"Ini tidak masuk akal tabungnya dalam waktu satu hari isinya bisa cepat habis seperti itu kalau tidak bocor," katanya.

Saat ini katanya, sedang mengembangkan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi guna mengetahui penyebab kebocoran gas tersebut apakah murni kelalaian atau disengaja.

Seperti diketahui pada Kamis (9/2) sekitar pukul 07.45 Wita, di kediaman pribadi Wali kota Kendari, Asrun, yang beralamat di Jalan Syech Yusuf ll Kelurahan Korumba, Kec. Mandonga, telah terjadi ledakan.

Dampak daya ledak tersebut mengakibatkan kondisi dapur yang hancur dan tembok juga retak, kaca jendela pecah, kemudian radiusnya hingga 100 meter warga masih bisa merasakan getarannya.

Saat ledakan, putra Asrun yakni Adriatma Dwi Putra yang merupakan calon wali kota Kendari, bersama istrinya sedang beristirahat di rumah itu. Sedangkan wali Kota Kendari, Asrun sedang berada di Rumah Jabatan Wali Kota Kendari.

Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024