Kendari (Antara News) - Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan, di bulan Ramadhan bukan dianjurkan pasif dan malas, tetapi bulan suci ini memiliki semangat dan perjuangan.

"Semangat bulan Ramadhan sudah dibuktikan dengan perjuangan dalam memenangkan perang Badar yanng dipimpin Rasulullah SAW, dan juga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terwujud dalam bulan puasa," kata Nur Alam saat menyampaikan ceramah tarwih Ramadhan di Masjid Agung Alkautsar Kendari, Sabtu malam.

Gubernur menguraikan, delapan keutamaan bulan Suci Ramadhan yang dapat mempengaruhi seluruh sendi dan aspek kehidupan manusia, di antaranya merupakan bulan penuh semangat dan perjuangan.

Keutamaan lain bulan Ramadhan itu, kata Nur Alam, juga disebut bulan tarbiyah atau bulan pendidikan, yang mengajarkan pendidikan umat Islam secara langsung dengan berpuasa. "Keutamaan bulan Ramadhan ini juga adalah pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu," kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra ini.

Keutamaan lain di bulan Ramadhan, lanjut Nur Alam, merupakan malam berkah yang penuh kemuliaan yang disebut dengan malam Lailatulqadar, dan selain itu, bulan suci ini juga merupakan bulan dilipatgandakan amal saleh.

Nur Alam menjelaskan, bulan Ramadhan juga merupakan bulan benteng pertahanan, terutama dalam hal pengendalian diri terhadap hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. "Keutamaan bulan puasa ini mengajak orang berperilaku sederhana (tawassuth). Selanjutnya keutamaan lainnya adalah mengajak manusia untuk senantiasa memberi nilai-nilai kemanfaatkan bagi sesama," katanya.

Gubernur mengatakan, bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang dapat membentuk manusia berkarakter atau manusia paripurna yang `fiddun-ya hasanah, wafil akhirati hasanah` yakni bahagia di dunia dan selamat di akhirat.

Bulan Ramadhan, kata gubernur, dilukiskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang artinya, "seandainya umatku mengetahui tentang keutamaan Ramadhan, maka pasti mereka menginginkan selama setahun itu semuanya bulan Ramadhan".

Di akhir ceramah itu, gubernur mengajak kaum muslimin dan muslimat agar benar-benar memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya dalam bulan Ramadhan dengan memperbanyak amaliah, sehingga dapat mengantarkan kita kepada derajat hamba yang mulia di sisi Allah SWT.

"Isyarat-isyarat dalam keutamaan bulan Ramadhan ini dapat menjadi spirit bagi kita semua untuk membangun Sultra menuju daerah makmur, adil dan sejahtera," ujarnya.

Rangakaian shalat tarwih yang memasuki hari ketiga puasa atau shalat tarwih keempat, gubernur didampingi Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh dan Wakil Gubernur HM Saleh Lasata serta sejumlah pejabat eselon dua lingkup Pemprov Sultra.

Shalat berjamaah yang diikuti 1.000-an umat Muslim di Masjid Agung Alkautsar itu dipimpin iman shalat Isya, KH Mursidin (Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sultra), dan shalat tarwih oleh Ustaz H. Tri Suryaputra Al-Hafidz.

Pewarta : Oleh Abdul Azis Senong
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024