Kendari  (Antara News) - Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengharapkan para almuni yang baru diwisuda agar mampu bersaing menghadapi tantangan dunia kerja dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Rektor UHO, Prof Usman Rianse, di Kendari, Kamis, dalam sambutannya saat mewisuda 979 sarjana dari berbagai bidang ilmu dan keahlian dikampus tersebut mengatakan para almni tersebut memiliki tugas penting dalam menjaga nama baik almamater UHO agar tidak terkesan hanya menambah jumlah pengangguran intelektual.

Para alumni harus mampu bersaing dalam dunia kerja bahkan harus mampu menciptakan lapangan usaha yang dapat menampung tenaga kerja terlebih pada tahun 2015 ini Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Tantangan semakin berat maka dari itu kita harus siap untuk menghadapinya, dengan mengamalkan seluruh kemampuan dan ilmu yang kita miliki,"ujarnya.

Selain itu, Rektor Usman juga memberikan apresiasinya kepada para wisudawan terlebih bagi mereka yang telah menyelesaikan masa studinya kurang dari lima tahun dan mendapatkan nilai IPK tidak kurang dari 3,0. Semoga ilmu yang didapatkan dapat diterapkan ditengah masyarakat.

Ia menambahkan, namun tantangan yang dihadapi bagi wisudawan kedepan akan lebih ketat dan menantang, terlebih dalam memasuki dunia usaha.

Rektor UHO itu juga mengatakan, tantangan lainnya yang tidak kalah menantang adalah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015. Dimana, para alumni dituntut untuk memiliki jiwa tecnopreneur dan interpreneurship.

"Tantangan semakin berat maka dari itu kita harus siap untuk menghadapinya, dengan mengamalkan seluruh kemampuan dan ilmu yang kita miliki,"ujarnya.

UHO memberikan Penganugrahan gelar sarjana kepada 979 tersebut dilakukan melalui rapat senat terbuka yang dilaksanakan 4-5 Februari 2015, terdiri dari lulusan program Vokasi 15 orang, Sarjana (S-1) 852, Magister (S-2) 110, dan Doktor (S-3) dua wisudawan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UHO itu juga memberikan ucapan selamat kepada Program Studi Matematika Fakultas MIPA yang sejak bulan Desember telah mendapat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Selain itu, Ia juga mengkritisi mahasiswa yang sudah lebih dari lima tahun melakukan studinya tetapi belum menyelesaikannya.

Hal tersebut disampaikan untuk memberikan motifasi kepada para mahasiswa untuk cepat menyelesaikan masa studi dengan IPK tidak kurang dari 3,0.


Pewarta : La Ode Abdul Rahman
Editor :
Copyright © ANTARA 2024