Pemkab Bone Bolango Tidak Terima PNS Pindahan
Selasa, 4 November 2014 16:03 WIB
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou. (FOTO ANTARA)
Gorontalo (Antara News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango tidak akan menerima Pegawai Negeri Sipil (PNS) pindahan dari daerah lain, dengan alasan jumlah aparatur sipil di lingkungan pemerintahan itu sudah cukup.
Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Selasa, menegaskan, komposisi dan jumlah PNS saat ini sudah lebih dari cukup, terutama untuk menjalankan fungsi dan tugas yang ada.
"Dari sisi kuantitas, jumlah PNS di lingkungan Pemkab Bone Bolango sudah cukup, hampir lima ribuan PNS ditambah dengan tenaga kontrak sekitar dua ribuan," katanya.
Jadi jumlah yang ditanggung dan dibiayai oleh Pemkab Bone Bolango kurang lebih tujuh ribu lebih orang.
Oleh karena itu, bupati menegaskan bahwa jangan ada yang berani mengeluarkan rekomendasi, termasuk juga bagi kepala-kepala sekolah, kalau ada guru dari daerah lain yang bermohon masuk atau pindah ke daerah itu.
"Bagi pejabat tidak sembarangan menerima PNS pindahan, walaupun itu keluarga maupun tetangga jangan diberikan atau dibuatkan rekomendasi," tegas bupati yang sebelumnya malang melintang sebagai jurnalistik ini.
Bupati tegaskan pihaknya tidak mampu lagi membayar belanja pegawai, terutama gaji.
Sampai akhir tahun nanti, beban daerah untuk belanja pegawai cukup besar dan semuanya dibiayai melalui APBD setempat.
Kebijakan bupati tersebut mendapat dukungan warga, agar proses perpindahan PNS harus diteliti dengan baik, jangan sampai membebani keuangan daerah.
"Banyak PNS yang sering pindah namun tugasnya tidak jelas, atau bisa juga tidak memiliki kompetensi," ujarnya.
Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Selasa, menegaskan, komposisi dan jumlah PNS saat ini sudah lebih dari cukup, terutama untuk menjalankan fungsi dan tugas yang ada.
"Dari sisi kuantitas, jumlah PNS di lingkungan Pemkab Bone Bolango sudah cukup, hampir lima ribuan PNS ditambah dengan tenaga kontrak sekitar dua ribuan," katanya.
Jadi jumlah yang ditanggung dan dibiayai oleh Pemkab Bone Bolango kurang lebih tujuh ribu lebih orang.
Oleh karena itu, bupati menegaskan bahwa jangan ada yang berani mengeluarkan rekomendasi, termasuk juga bagi kepala-kepala sekolah, kalau ada guru dari daerah lain yang bermohon masuk atau pindah ke daerah itu.
"Bagi pejabat tidak sembarangan menerima PNS pindahan, walaupun itu keluarga maupun tetangga jangan diberikan atau dibuatkan rekomendasi," tegas bupati yang sebelumnya malang melintang sebagai jurnalistik ini.
Bupati tegaskan pihaknya tidak mampu lagi membayar belanja pegawai, terutama gaji.
Sampai akhir tahun nanti, beban daerah untuk belanja pegawai cukup besar dan semuanya dibiayai melalui APBD setempat.
Kebijakan bupati tersebut mendapat dukungan warga, agar proses perpindahan PNS harus diteliti dengan baik, jangan sampai membebani keuangan daerah.
"Banyak PNS yang sering pindah namun tugasnya tidak jelas, atau bisa juga tidak memiliki kompetensi," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran Suleman meninjau pompa untuk lahan pertanian di Bone Bolango
30 May 2024 13:43 WIB, 2024
Pemkot Baubau optimis pantai Bone-bone menjadi kawasan baru ekonomi
20 September 2023 15:07 WIB, 2023
Basarnas Kendari cari penumpang terjatuh dari kapal pelayaran Bone-Kolaka
22 March 2022 13:05 WIB, 2022
Terpopuler - KTI
Lihat Juga
Dievakuasi, enam penumpangakibat perahu terbalik di Banggai Laut Sulteng
30 September 2023 9:58 WIB, 2023
Gempa M6,3 guncang wilayah Kepulauan Talaud Sulut, tidak berpotensi tsunami
26 September 2023 10:07 WIB, 2023