Makassar (Antara News) - Sebanyak empat kampus baru di jajaran Kopertis IX Sulawesi mulai melakukan operasi dalam proses belajar mengajar.
"SK operasional kampus baru itu, akan diserahkan pada peringatan HUT Proklamasai Kemerdekaan 17 Agustus 2014 Koperis IX di Growth Centre Makassar," kata Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Dr H Ibrahim Saman, MM di Makassar.
Keempat kampus baru itu adalah STIKES Bakti Nusantara dan STIKES Bina Mandiri Gorontalo, Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Bitung serta STKIP Mega Rezky Makassar.
Ibrahim mengatakan, kehadiran empat kampus baru itu, akan menambah daftar kampus PTS menjadi 358 yang tersebar pada enam provinsi di Pulau Sulawesi.
"Kampus itu ada dalam bentuk institusi, universitas, sekolah tinggi dan juga akademi," ujarnya seraya mengimbuhkan, semua bentuk lembaga pendidikan tinggi itu berkonstribusi terhadap kemajuan pendidikan di Sulawesi.
Terkait dengan penambahan jumlah institusi pendidikan tinggi itu, lanjut dia, tentu akan membuka peluang kerja bagi dosen untuk mengabdikan diri pada perguruan tinggi baru tersebut.
Selain itu, dia juga mewanti-wanti untuk meningkatkan kualiats tenaga pengajar, sehingga keberadaan dan penambahan lembaga pendidikan tinggi tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas.
Hal itu dinilai penting, agar terjadi keseimbangan antara kuantitas dan kualitas pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang handal dan generasi penerus bangsa.
"SK operasional kampus baru itu, akan diserahkan pada peringatan HUT Proklamasai Kemerdekaan 17 Agustus 2014 Koperis IX di Growth Centre Makassar," kata Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Dr H Ibrahim Saman, MM di Makassar.
Keempat kampus baru itu adalah STIKES Bakti Nusantara dan STIKES Bina Mandiri Gorontalo, Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Bitung serta STKIP Mega Rezky Makassar.
Ibrahim mengatakan, kehadiran empat kampus baru itu, akan menambah daftar kampus PTS menjadi 358 yang tersebar pada enam provinsi di Pulau Sulawesi.
"Kampus itu ada dalam bentuk institusi, universitas, sekolah tinggi dan juga akademi," ujarnya seraya mengimbuhkan, semua bentuk lembaga pendidikan tinggi itu berkonstribusi terhadap kemajuan pendidikan di Sulawesi.
Terkait dengan penambahan jumlah institusi pendidikan tinggi itu, lanjut dia, tentu akan membuka peluang kerja bagi dosen untuk mengabdikan diri pada perguruan tinggi baru tersebut.
Selain itu, dia juga mewanti-wanti untuk meningkatkan kualiats tenaga pengajar, sehingga keberadaan dan penambahan lembaga pendidikan tinggi tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas.
Hal itu dinilai penting, agar terjadi keseimbangan antara kuantitas dan kualitas pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang handal dan generasi penerus bangsa.