Denpasar, (Antara News) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara harus dapat menekan penyempitan budaya dalam menghadapi terpaan teknologi informasi.
"Sosial media yang merupakan bagian dari produk teknologi informasi memiliki dampak yang dapat menimbulkan terjadinya penyempitan budaya," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia Prof Dr Bambang Wibawarta, SS, MA pada Rakernas dan Bimtek 2014 Perum LKBN Antara di Kuta, Bali, Kamis.
Menyikapi hal tersebut, dia mengatakan Antara dengan produknya bukan hanya sekedar menyiarkan berita, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai tertentu (values).
Selain itu, lanjut dia, perlu memberikan pemahaman tentang budaya pada masyarakat bahwa budaya bukan hanya terkait dengan kesenian, tetapi juga pola hidup dan pola pikir (mind set).
Menurut dia, terpaan teknologi informasi dengan salah satu produknya adalah sosial media menjadi kekuasaan lunak (soft power) dalam melemahkan budaya.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengatakan, perlu menjaga titik singgung dengan pengaruh soft power itu dengan kearifan lokal, sehingga dapat berdampingan.
"Karena itu, Antara sebagai kantor berita nasional harus dapat menjadi penyeimbang yang dapat mendidik masyarakat," katanya.
Apabila itu terpaan dampak TI itu tidak ditangkal, lanjut dia, maka akan mengganggu bahkan merusak pola budaya dalam hidup bernegara.
LKBN Antara Harus Dapat Menekan Penyempitan Budaya
Kamis, 30 Januari 2014 15:11 WIB
Pewarta : Oleh Suriani Mappong
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - KTI
Lihat Juga
Dievakuasi, enam penumpangakibat perahu terbalik di Banggai Laut Sulteng
30 September 2023 9:58 WIB, 2023
Gempa M6,3 guncang wilayah Kepulauan Talaud Sulut, tidak berpotensi tsunami
26 September 2023 10:07 WIB, 2023