Kendari (ANTARA News) - Kalangan DPRD Sulawesi Tenggara menyesalkan pengambialihan gedung pameran temporer milik Museum Negeri Kendari untuk Perusahaan Daerah Utama Sultra.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo di Kendari, Selasa, menyatakan kaget dan heran karena satu-satunya gedung pameran temporer milik Museum Negeri Kendari itu justru diambil oleh perusahaan daerah.

"Harusnya sebuah perusahaan daerah membangun gedung sendiri bukan justru mengambil lalu menguasai gedung milik museum itu," katanya didampingi sejumlah anggota DPRD lain seperti H Yusran Silondae dari PPP dan H Isyat Manarfa dari Partai Bulan Bintang.

Ia mengatakan pengambilalihan sebuah gedung dari satu instansi ke instansi lainnya seharusnya ada nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan anggota DPRD tetapi hingga saat ini tidak ada surat pemberitahuan seperti itu.

Selama beberapa tahun terakhir ini, sudah ada beberapa aset tanah dan bangunan milik pemerintah dialihfungsikan ke pihak ketiga tanpa ada pemberitahuan resmi kepada anggota DPRD.

Yaudu salah yang merupakan politisi dari PKS menyatakan status pengalihfungsian aset tidak serta merta langsung diserahkan tetapi harus ada aturan dan mekanismenya sebab dikhawatirkan di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang menanggung risikonya kembali pada pemerintah dan lembaga yang berkompeten," katanya mengingatkan.

Kepala Museum Negeri Kendari Munir Herman mengatakan pengambilalihan gedung pameran temporer oleh PD Utama Sultra adalah hak dan wewenang pemerintah provinsi.

Ia mengatakan pengambilalihan gedung pameran temporer itu sejak tahun 2007 dan sejak gedung itu dikuasi oleh perusahaan daerah, tidak pernah ada kontribusi kepada Museum Kendari terutama untuk biaya pemeliharaan taman dan sebagainya.

"Dengan demikian, setelah gedung pameran itu tidak ada lagi, beberapa kali Sultra diminta untuk menjadi tuan rumah pameran temporer, degan berat hati menyatakan menolak, karena sarana gedung temporer menggunakan anggaran pusat itu sudah diambilalih," katanya.

Museum negeri Kendari yang kini memiliki lebih dari 5000-an jumlah koleksi itu terdiri atas etnografi, geologi, biologi, arkeologi, historika, numismatik, filologi, keramik seni rupa dan teknologi.

Dari 10 jenis koleksi itu, koleksi terbanyak adalah jenis etnografi yang mencapai lebih dari 1000-an koleksi yakni merupakan benda-benda suku budaya dari beberapa etnis yang ada di Sultra maupun dari luar Sultra.(Ant).

Pewarta : Azis Senong
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024