4 Tahun Jokowi-JK, lebih dari 121 kontrak EBT sudah ditandatangani

1026 Views

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana bersama jajarannya saat konferensi pers 'Capaian 4 Tahun Pemerintahan Sektor KESDM' di Jakarta, Jumat.

Jakarta (Antara News) - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) melaporkan bahwa selama 4 tahun Pemerintahan RI pimpinan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sudah ada lebih dari 70 kontrak di bidang energi baru terbarukan (EBT) yang berhasil ditandatangani.

Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE, Rida Mulyana memaparkan bahwa di tahun 2014 ada 23 kontrak yang diselesaikan berkapasitas 1.251 MW. Kemudian pada tahun 2015, ada 14 kontrak berkapasitas total 1.829 MW yang diselesaikan. Di tahun 2016, juga ada sebanyak 14 kontrak EBT yang diselesaikan, dengan kapasitas 116 MW.

Untuk tahun 2017, dia mengatakan bahwa pada Bulan Januari ada 2 kontrak berkapasitas 13,5 MW, 2 kontrak di Bulan Mei berkapasitas 11 MW, lalu 46 kontrak pada Bulan Agustus berkapasitas 257,6 MW, kemudian di Bulan September 11 kontrak berkapasitas 291,5 MW, dan pada Bulan November ada 9 kontrak berkapasitas 640,6 MW.

"Dari jumlah 70 kontrak pada tahun 2017 itu, sudah ada 4 yang beroperasi, 26 masih dalam tahap konstruksi, dan 40 lainnya belum konstruksi," kata Rida dalam konferensi pers 'Capaian 4 Tahun Pemerintahan Sektor KESDM' di Jakarta, Jumat.

Total kapasitas dari 70 kontrak yang ditandatangani di sepanjang tahun 2017 tersebut mencapai 1.214,16 MW. Sementara untuk tahun 2018 yang kini masih berjalan, sampai dengan triwulan III, jumlah kapasitas terpasang untuk pembangkit bioenergi (biomassa, biogas, sampah kota, dan bahan bakar nabati/BBN) yakni sebesar 1.857,5 MW dari targetnya yang sebesar 2.030 MW.

"Sebagian besarnya merupakan pembangkit listrik yang off-grid. Kemudian kapasitas terpasang PLTS, PLTMH, dan PLTB yakni sebesar 315,1 MW ditambah 75 MW dari PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Rida lantas mengaku sangat bangga dengan terpasangnya PLTB di Sidrap, lantaran mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi, yang meresmikannya secara langsung pada 2 Juli 2018 yang lalu. PLTB Sidrap tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga angin skala komersial pertama dan terbesar di Indonesia.

"PLTB Sidrap tahap I tersebut mampu melistriki 150 ribu rumah berdaya 450 VA dan sangat ramah lingkungan. Kedepan rencananya akan segera direalisasikan tahap II-nya," imbuh Rida.
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar