Polres Indramayu kerahkan "water cannon" atasi kekeringan

id air bersih,kabupaten indramayu,water canon polres indramayu,kemarau

Arsip. Warga memancing di aliran air sungai Ciliwung, Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jum'at (20/7/2018). Debit dan ketinggian air di pintu Bendung Katulampa mengalami penyusutan di musim kemarau dengan tinggi 10 cm dan debit air 1.310 liter per detik sementara di saat normal mencapai tinggi 40 cm dan debit air 22.200 liter per detik, dan hal tersebut dapat mengganggu pasokan irigasi untuk persawahan. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Indramayu (ANTARA News) - Polres Indramayu, Jawa Barat, mengerahkan mobil "water cannon" untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang sudah dua bulan mengalami kekeringan.

"Kami kerahkan water cannon untuk membantu warga yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin di Indramayu, Sabtu.

Kendaraan taktis yang biasanya digunakan untuk menghalau massa yang terlibat keributan itu kali ini digunakan untuk membantu warga di Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga berkerumun mendekati kendaraan taktis itu untuk mengantre air bersih yang dibagikan secara gratis oleh Kepolisian Resor Indramayu.

Arif mengatakan bantuan air bersih juga dalam rangka bahkti sosial Hari Bhayangkara ke-72. Dan diharapkan adanya bantuan itu bisa mengurangi beban warga sekitar.

"Ini juga dalam rangka bhakti sosial. Di sini kami bantu warga yang membutuhkan air bersih," tuturnya.

Sementara itu seorang warga, Wadari mengatakan adanya bantuan air bersih dari polisi sangat membantu karena sudah lama tidak mendapatkan air bersih.

"Harapan saya bantuan ini tidak hanya sekali saja, karena air saat ini sangat susah didapat," kata Wadari.

Menurut dia, kekeringan di desanya sudah dua bulam lama terjadi dan bantuan air bersih juga masih minim. Baru kali ini mereka memdapatkannya.

Adanya bantuan air bersih dari Polres Indramayu disambut antusias oleh warga yang sudah menunggu, mereka membawa peralatan untuk menampung air bersih.

Warga menjejerkan jeriken, baskom dan ember yang bisa untuk menampung air. Warga juga antusias dengan bantuan itu.

Baca juga: BMKG: musim kemarau di Indonesia dipengaruhi angin Monsun Australia
Baca juga: Sejumlah daerah kering ekstrem, Kemensos bergerak
Baca juga: 64 desa di Bangkalan rawan kekeringan
Baca juga: Daerah perbukitan di Bantul rawan kekeringan


(KR-KHR/A039)

Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar