Sudikerta minta aparat usut bule naik tempat suci di pura Bali

id I Ketut Sudikerta ,padmasana,bule bali,bule,pura gelap,pura besakih

Wisatawan berfoto di Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Bali, Senin (25/12/2017). Berdasarkan data pengelola wisata jumlah kunjungan wisata ke objek wisata Taman Ayun mulai meningkat dari 100 orang per hari saat bencana erupsi Gunung Agung, kini sudah meningkat mencapai 900 orang per hari dan diperkirakan akan terus meningkat jika erupsi Gunung Agung tidak mengganggu jadwal penerbangan Bandara Ngurah Rai, Bali. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Denpasar (ANTARA News) - Calon Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta meminta kepada aparat berwajib untuk mengusut tuntas aksi seorang wisatawan yang melakukan syuting video dan berfoto di atas Padmasana (tempat suci) di Pura Gelap, kawasan Pura Agung Besakih baru-baru ini.

"Saya minta keamanan di Pura Besakih harus ditingkatkan, demi menjaga kesucian pura tersebut," kata Sudikerta usai melakukan persembahyangan di Pura Besakih bersama masyarakat di Besakih, Kabupaten Karangasem, Jumat (20/4).

Sudikerta bersama tim langsung mengadakan rapat dengan seluruh unsur manajemen operasional, Bendesa (Ketua) Adat Besakih, para pecalang, serta seluruh unsur lainnya.

Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah soal kasus video viral di media sosial tentang seorang bule (wisatawan asing) yang melakukan aksi naik di atas Padmasana. Bahkan kasus ini dibahas dengan sangat serius.

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Sudikerta meminta agar aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus video viral tersebut karena telah melecehkan umat Hindu di Bali.

Ia meminta aparat keamanan untuk memperketat pengamanan serta memantau kondisi keamanan pura terbesar di Bali itu agar umat non-Hindu yang sedang berkunjung ke Pura Besakih tetap menghormati kesucian tempat ibadah umat setempat.

Selain itu, Sudikerta meminta agar segera dikoordinasikan dengan bendesa (ketua adat) setempat untuk melakukan upacara menyucikan kembali pura, karena aksi bule itu telah menyebabkan "leteh" atau tercemar di pura terbesar di Bali.

Seperti diketahui, seorang bule bernama Bernat membuat gempar dan menyebar di media sosial. Video itu tersebar secara meluas dan menimbulkan kontroversi di kalangan umat Hindu di Bali. Kasus ini menyebar setelah "screenshoot" video itu tersebar di berbagai akun instagram. "Screenshot" video tersebut diposting beberapa akun di media sosial Instagram (IG) dan akhirnya diketahui secara luas.

Dalam video tersebut, tampak dua orang wisatawan mancanegara sedang berada di Pura Gelap Besakih. Seorang wisman yang mengenakan selendang merah kuning kemudian naik ke Palinggih Padmasana. Bule brewokan itu dengan gagahnya kemudian duduk di atas rong padmasana bak seorang raja.

Aksi nekat tersebut diduga direkam oleh temannya. Belum diketahui pasti waktu pengambilan video tersebut. Namun video ini baru beredar luas pada Rabu (18/4) di media sosial.

Peserta Pilkada Bali 2018 adalah pasangan nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusung oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan PKPI, serta didukung PKB dan PPP.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.

Baca juga: Wabup Klungkung hadiri ritual Pura Gelap Besakih

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar