Wisatawan nikmati suasana Nyepi Bali di hotel

id hari raya nyepi,bali,wisatawan,hotel bali

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Jalan Tol Bali Mandara, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani

Mangupura, Bali (ANTARA News) - Wisatawan domestik dan mancanegara dari berbagai daerah menikmati suasana Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 dari sejumlah hotel di kawasan Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu petang.

Para wisatawan tampak menikmati Hari Raya Nyepi dengan bersantai dan memanfaatkan berbagai fasilitas hotel, seperti kolam renang dan area bermain anak.

Sejumlah wisatawan juga tampak mengamati suasana jalanan yang lengang tanpa ada satupun pengguna jalan dari balik jendela hotel tempat mereka menginap.

Misalnya, Ima Adeline, wisatawan asal Manado, mengaku dirinya bersama keluarganya sangat menikmati suasana keheningan Nyepi meskipun dirinya hanya berada di dalam hotel.

"Rasanya tenang sekali, hening. Sudah dua kali saya datang ke Bali saat Nyepi, memang suasananya sangat berbeda," ujarnya.

Sejumlah pengelola hotel, juga membuat berbagai program saat Hari Raya Nyepi berlangsung. Hal tersebut karena para tamu hotel dilarang bepergian selama Umat Hindu menjalankan catur brata penyepian.

Kegiatan-kegiatan itu diantaranya seperti kegiatan melukis untuk anak-anak, yoga dan menonton film bersama saat malam hari.

"Memang kami mengadakan berbagai kegiatan selama Hari Raya Nyepi. Itu untuk mengantisipasi agar tamu kami tidak bosan. Yang terpenting tamu tetap dapat menjaga ketenangan," ujar Resa, karyawan salah satu hotel di wilayah Desa Adat Tuban.

Sementara itu, menjelang malam hari, Pecalang atau petugas keamanan adat Bali di Desa Adat Tuban mulai menggelar patroli berkeliling wilayah setempat.

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menjelaskan, patroli tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lampu rumah warga, termasuk kamar-kamar hotel yang dihuni wisatawan telah dipadamkan.

"Hal tersebut kami lakukan terkait dengan salah satu catur Brata penyepian yaitu, `amati geni` atau tidak menyalakan api termasuk menyalakan lampu selama Hari Raya Nyepi, selain itu kami juga antisipasi berbagai ancaman kriminalitas," ujarnya.

Baca juga: Artikel - Hening dan keunikan Nyepi daya tarik Bali

Baca juga: Festival ogoh-ogoh dikerubuti ribuan orang

Pewarta : Gembong Ismadi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar