Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno Winarto mengatakan, seluruh biaya perbaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno yang rusak oleh tindakan suporter setelah laga final Piala Presiden 2018, berasal dari deposit panitia Piala Presiden.

Winarto, Senin di Jakarta mengungkapkan, deposit atau uang jaminan itu sebesar Rp1,5 miliar, sementara dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki beberapa bagian stadion adalah Rp150 juta.

"Artinya uang jaminan tersebut lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan," ujar Winarto dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Deposit memang menjadi salah satu syarat utama bagi semua pihak yang ingin mengadakan kegiatan di SUGBK, di luar uang sewa.

Dana deposit itu nantinya bisa digunakan untuk membiayai perbaikan atas kerusakan stadion yang terjadi akibat dampak dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Panitia Piala Presiden 2018 mematuhi batas waktu pembayaran uang deposit pada Senin (12/2). Kalau tak ada jaminan pasti kami tidak mengizinkan panitia menyelenggarakan Piala Presiden 2018 di SUGBK," kata Winarto.

Pihak panitia pengarah (SC) Piala Presiden 2018 melalui Ketua SC Maruarar Sirait menyatakan bertanggung jawab atas semua kerusakan yang terjadi di GBK.

"Jika ada kekurangan dari dana deposit Rp1,5 miliar, kami siap membayarnya tanpa menawar," tutur Maruarar.

Adapun kerusakan beberapa bagian di SUGBK terjadi usai pertandingan final Piala Presiden 2018 Persija Jakarta versus Bali United pada Sabtu (17/2) malam.

Setelah wasit meniup peluit tanda laga yang dimenangkan Persija dengan skor 3-0 itu berakhir, oknum suporter beramai-ramai masuk ke stadion untuk merayakan kemenangan tim kesayangannya.

Secara umum pihak PPK GBK mengungkapkan bahwa bagian yang rusak dari SUGBK adalah tiga pintu masuk, tujuh segmen pembatas penonton dengan lapangan, taman karena terinjak-injak dan beberapa pohon besar.

Petugas melihat kondisi pagar yang rusak di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (18/2/2018). Kerusakan tersebut akibat ulah suporter tidak bertanggung jawab salah satu tim yang bertanding pada perhelatan final Piala Presiden. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) ()

"Semuanya akan kami perbaiki dalam waktu satu minggu, batas waktu yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Durasi itu sangat longgar dan logis," kata Dirut PPK GBK Winarto. 


Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto memeriksa kondisi pagar pembatas lapangan yang rusak di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (18/2/2018). Kerusakan tersebut akibat ulah suporter tidak bertanggung jawab salah satu tim yang bertanding pada perhelatan final Piala Presiden. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) ()


Pewarta: Michael Teguh Adiputra S
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2018