Polda Aceh tangkap terduga pelaku penembakan pos polisi

id Aceh,Polda Aceh,Polres Aceh Barat,penembakan,pos polisi,Pemerintah Aceh,provinsi Aceh,Pemprov Aceh

Polda Aceh tangkap terduga pelaku penembakan pos polisi

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy. ANTARA/M Haris SA.

Banda Aceh (ANTARA) - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Barat menangkap seorang terduga pelaku penembakan pos polisi di Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, serta memburu enam orang lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy, di Banda Aceh, Selasa, mengatakan, terduga pelaku yang ditangkap berinisial JH.

"Saat diperiksa, JH mengaku terlibat penembakan pos polisi di Aceh Barat. Dalam penembakan itu, JH berperan sebagai pemantau sekaligus operator komunikasi HT," kata Winardy.

Baca juga: DPR RI mengapresiasi polisi tangkap terduga pelaku penembakan di Aceh

Berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan, kata dia, motif penembakan karena mereka sakit hati terhadap aparat kepolisian yang sering menindak tambang ilegal di daerah.

Dalam pemeriksaan juga terungkap, kalau senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut adalah jenis AK-56 dan jenis M16. Namun, saat ini baru dua unit HT dan satu sepeda motor yang sudah disita.

"Saat ini JH diperiksa maraton dan diperdalam kembali untuk mengetahui asal usul senjata," kata dia.

Baca juga: Polda Aceh amankan lima orang terkait penembakan pos polisi

Terkait enam terduga pelaku lainnya yang masih diburu, dia mengimbau mereka segera menyerahkan diri. Apalagi nama-nama mereka sudah dikantongi.

"Yang pastinya, nama-nama mereka sudah dikantongi petugas dan saat ini terus diburu. Polisi tidak akan segan memberikan tindakan tegas dan terukur kalau terjadi perlawanan saat akan diamankan," kata dia.

Sebelumnya, Polda Aceh sudah mengamankan lima orang terkait penembakan Pos Pol Panton Reu, Polres Aceh Barat. Namun, empat orang sudah dilepaskan karena tidak terlibat dalam penembakan itu.

Baca juga: Polda Aceh buru penembak pos polisi di Aceh Barat

Polisi menahan seorang berinisial DP dan dikenakan UU Darurat karena diketahui menyimpan tiga butir peluru aktif kaliber 5,56 mm. Namun, DP tidak terlibat penembakan setelah penyidik mendalami alibi yang bersangkutan.

"Dan karena ada jaminan dari keluarga, keuchik atau kepala desa, dan pengacara maka saat ini penahanan DP ditangguhkan. Yang bersangkutan selama pemeriksaan juga sangat kooperatif," kata dia.

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar