Dandim Sangihe serahkan bingkisan kepada pengasuh Ade Irma Nasution

id ade irma suryani ,pki ,korban pki

Dandim Sangihe serahkan bingkisan kepada pengasuh Ade Irma Nasution

Alpiah Makasebape (tengah) bersama Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letnan Kolonel Infantri Rachmat Christanto, dan ketua Persit Kodim Sangihe, Lina Herliana, dalam pertemuan mereka di Tahuna, Sulawesi Utara. ANTARA/HO

Sangihe, Sulawesi Utara (ANTARA) - Dalam rangka merayakan HUT ke-75 TNI dan sebagai bentuk kepedulian kepada pelaku sejarah kekejaman G-30-S/PKI, Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letnan Kolonel Infantri Rachmat Christanto, bersama ketua Persit Kartika Candra Kirana setempat, menyerahkan bingkisan kepada pengasuh Ade Irma Suryani Nasution.

"Penyerahan bingkisan sebagai wujud tali asih kepada Alpiah Makasebape, wanita yang mengasuh sekaligus memeluk Ade Irma Suryani Nasution ketika meninggal pada peristiwa keganasan G-30-S/PKI pada 1965," kata Christanto di Tahuna, Rabu. 

Baca juga: Prabowo Subianto: Tingkatkan kewaspadaan bahaya laten komunis

Wanita pengasuh Ade Irma Suryani Nasution adalah Oma Alpiah Makasebape, sekarang ini tinggal di Kelurahan Dumuhung Kecamatan Tahuna Timur, kini telah berumur 84 tahun.

Ade Irma Suryani merupakan anak bungsu Kepala Staf Angkatan Perang (saat itu), Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, yang secara tidak sengaja ditembak pasukan pro PKI saat mereka mencari bapaknya untuk dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada malam hari 30 September 1965.

Anak perempuan itu tertembak dan sempat dirawat selama beberapa hari di RS Pusat TNI AD Gatot Soebroto sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada usia balita. 

Baca juga: Jajaran Korem 044/Garuda Dempo nobar film Pengkhianatan G30S/PKI

Menurut Christanto, Oma Apliah adalah saksi sejarah sekaligus figur penting dalam kesaksian peristiwa kekejaman G-30-S/PKI pada 1965 silam. "Oma Alpiah Makasebape adalah salah satu saksi sejarah peristiwa September 1965 yang masih ada di Kabupaten Sangihe," kata dia.

Sementara itu, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1301/Sangihe, Lina Herliana, menambahkan, pemberian bingkisan adalah bentuk kasih sayang dan penghargaan kepada Alpiah Makasebape selaku saksi sejarah peristiwa pada 1965.

Baca juga: Generasi muda diajak harus tolak bangkitnya G30S/PKI

"Selain sebagai silaturahmi, kami juga ingin memberikan kasih sayang kepada Oma Alpiah, sebagai saksi hidup peristiwa G-30-S/PKI. Kami memberikan apresiasi kepada Oma Alpiah karena sampai sekarang masih mengingat peristiwa yang menimpa Ade Irma Suryani," kata dia

Ia berharap, di usia tuanya, Oma Alpiah senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.

Baca juga: Sejarawan UGM: Masyarakat sudah cerdas soal film G30S/PKI

"Kodim 1301/Sangihe akan terus menjalin tali asih dengan Oma Alpiah. Kami siap membantu dan memberikan yang terbaik buat Oma Alpiah," kata dia.

Dia juga mengajak kepada generasi muda agar jangan pernah melupakan sejarah ini. "Bagaimanapun juga ini peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia, salah satu saksinya ada di Kabupaten Sangihe," ujar Herliana.


Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar