Kementan dan Universitas Hasanuddin kerja sama iptek pertanian

id Kementan Unhas iptek pertanian

Mentan Syahrul Yasin Limpo menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman Kementan bersama 8 kampus secara virtual, Jumat,(28/8). ANTARA/HO/Humas Unhas

Makassar (ANTARA) - Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian RI menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pertanian.

Kesepakatan kerja sama ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kepala Badan Karantina Pertanian RI Ir Ali Jamil MP PhD dan Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, disaksikan Menteri Pertanian RI Dr Syahrul Yasin Limpo SH MH secara virtual, Jumat.

Baca juga: Tim Farmasi Unhas hasilkan produk minuman dari kelopak bunga rosella

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas pertanian tidak bisa dilaksanakan tanpa bantuan dari berbagai pihak termasuk pendidikan tinggi.

Hal ini merupakan bagian dari tugas perguruan tinggi untuk aktualisasi dan berperan dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

"Kerja sama ini penting untuk saling mendukung berbagai program yang dibuat dalam rangka peningkatan kesejahteraan pangan masyarakat Indonesia dari berbagai sektor. Misalnya menguatkan sistem biosecurity agar virus maupun hama yang menyerang tanaman bisa diminimalisir," jelasnya.

Baca juga: Konsumsi beras berlebih, Kementan inisiasi diversifikasi pangan

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dalam sambutannya  mengapresiasi berbagai upaya Kementerian Pertanian untuk melindungi kebutuhan pangan masyarakat.

Menurut Prof Dwia, dengan melibatkan perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengawasan yang tepat.

"Dengan melibatkan perguruan tinggi, tentu akan lebih memaksimalkan berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam upaya perlindungan sumber daya alam, hayati, hewan dan tumbuhan sekaligus peningkatan kesehatan dan kualitas mutu komoditas dari produk pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat," jelas Prof Dwia.

Baca juga: Geopark Maros Pangkep diusulkan gabung dengan global geopark UNESCO

Selain Unhas, Badan Karantina Pertanian juga menggandeng enam Universitas lain, yaitu Universitas Papua, Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat di Kawasan Timur Indonesia guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dari berbagai sektor.

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar