Sembilan kabupaten di NTT berstatus waspada kekeringan meteorologis

id kekeringan,ntt,bmkg

Sebuah kendaraan melintas di jalan sekitar lahan yang sedang terbakar di pinggiran Kota Kupang akhir Juli 2020. ANTARA/Bernadus Tokan

Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang mencatat, sebanyak sembilan dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada dalam status waspada kekeringan meteorologis.

"Saat ini ada sembilan daerah yang berstatus waspada, 16 wilayah berstatus siaga dan sembilan daerah berada dalam status awas kekeringan meteorologis," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolinaris Geru di Kupang, Minggu, terkait ancaman kekeringan meteorologis di NTT.

Daerah yang berstatus waspada adalah wilayah bagian Utara Bajawa dan Wolomese di Kabupaten Ngada, Kelimutu di Kabupaten Ende, Paga dan Lela di Kabupaten Sikka, Buaysuri di Lembata, Teluk Mutiara di Kabupaten Alor.

Selain wilayah Paberiawai di Kabupaten Sumba Timur, wilayah Amarasi Barat di Kabupaten Kupang dan Amanuban Barat serta Polen di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) serta Insana di Timor Tengah Utara.

Baca juga: Pakar Unsoed: Mitigasi kekeringan perlu jadi prioritas
Baca juga: Jelang puncak kemarau, perbanyak bangunan penampung air


Sementara 16 kabupaten yang masuk dalam status siaga adalah wilayah barat Komodo di Manggarai Barat, Lamba Leda di Manggarai Timur, Soa di Ngada, Aesesa Selatan di Kabupaten Ngada.

Kemudian wilayah Maurole dan Detusoko di Kabupaten Ende, Nita Lela dan Mego di Sikka, Lebatukan di Kabupaten Lembata, Kabola di Kabupaten Alor, Kota Tambolaka di Sumba Barat Daya, Lamboya di Sumba Barat, wilayah Umalulu, Karera, Pinu Pahar dan Pahunga Lodu di Sumba Timur dan Sabu Barat di Sabu Raijua.

Wilayah Maulafa dan Alak di Kota Kupang Maulafa dan Alak, Kupang Timur, Fatuleu, Kupang Tengah dan Taebenu di Kabupaten Kupang, Miomaffo Timur dan Biboki Utara di Timor Tengah Utara, wilayah Lamaknen, Kakuluk Mesak, Lasiolat dan Raihat di Kabupaten Belu.

Sedangkan sembilan daerah yang masuk status awas kekeringan meteorologis adalah Wolojito di Kabupaten Ende, Waigeta di Sikka, Kambera, Kanatang, Matawai La Pawu, Haharu dan Kahaungu Eti di Kabupaten Sikka, Hawu Mehara di Sabu Raijua.

Selain itu wilayah Pantai Baru, Rote Timur dan Rote Barat Laut di Rote Ndao, Kelapa Lima, Maulafa, Kota Raja dan Oebobo di Kota Kupang, Amfoang Selatan dan Sulamu di Kabupaten Kupang, Amanuban Selatan di Timor Tengah Selatan Amanuban Selatan dan wilayah Atambua Selatan dan Kota Atambua di Belu.

Baca juga: BMKG: Empat kabupaten berstatus Awas kekeringan meteorologis
Baca juga: BMKG indikasi potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar