PMI: Jaga sirkulasi rumah agar terhindar dari penularan COVID-19

id Palang Merah Indonesia ,PMI ,Pencegahan COVID-19 ,Penanggulangan COVID-19 ,Pandemi COVID-19

Kepala Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat Heru Ariyadi. (ANTARA/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengimbau masyarakat menjaga sirkulasi udara rumahnya dengan baik menyusul adanya informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kemungkinan penularan COVID-19 melalui udara atau airborne disease.

"Adanya informasi tersebut, kami mengimbau masyarakat agar tidak berlama-lama diam di ruangan tertutup agar terhindar dari penularan COVID-19, kemudian sirkulasi udara di rumah pun harus baik," kata Kepala Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat Heru Ariyadi di Sukabumi, Selasa.

Menurutnya, penularan COVID-19 melalui udara bisa terjadi di ruangan yang sirkulasi udaranya tertutup. Aerosol atau partikel yang lebih kecil dari droplet bisa melayang-layang di ruangan tertutup dan dikhawatirkan terhisap oleh manusia.

Kebanyakan orang senang di ruangan ber-AC karena dingin dan tertutup, tapi saat ini menjadi berisiko terinfeksi virus yang bisa menyebabkan kematian ini, bahkan potensi menjadi lebih besar karena sirkulasi udaranya tidak mengalir sehingga virus berterbangan sebagai aerosol itu. Jika ruangannya dibuka dia akan terhempas ke luar ruangan jadi risiko penularannya rendah.

Baca juga: WHO paparkan kemungkinan penularan COVID-19 lewat udara

Baca juga: Rekomendasi dokter jika COVID-19 dinyatakan menular lewat udara


Pengaturan ventilasi udara yang baik, akan mencegah partikel tersebut melayang-layang. Virus maupun kuman akan terbawa ke luar ruangan oleh udara.

Selain diimbau memperhatikan sirkulasi udara, masyarakat juga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Terlebih di masa normal baru, ada beberapa kebiasaan baru yang mesti ditaati masyarakat seperti selalu menggunakan masker, jaga jarak dan harus berperilaku hidup bersih dan sehat. Maka dari itu, PMI terus mensosialisasikan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau normal baru ini agar kesadaran masyarakat meningkat.

"Protokol kesehatan yang terus digaungkan adalah jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau berperilaku hidup bersih dan sehat. Tiga hal ini harus menjadi kebiasaan kita pada masa normal baru ini untuk meminimalisasi penularan COVID-19," katanya.

Di sisi lain, Heru mengatakan saat sejumlah aktivitas mulai dipulihkan bukan berarti tidak ada batasan, apalagi saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19 siapapun bisa terinfeksi penyakit ini.

Di sisi lain, masyarakat pun harus terbiasa menggunakan masker dalam beraktivitas, kemudian selalu membawa pembersih tangan seperti hand sanitizer, selanjutrnya membawa tisu basah dan bagi yang Muslim untuk membawa sajadah atau perlengkapan shalat lainnya, terakhir yang harus diperhatikan selalu membawa peralatan makan sendiri.

Untuk menjaga imun tubuh agar selalu fit biasanya makan yang bergizi dilengkapi dengan mengkonsumsi vitamin C, karena sampai sekarang diyakini vitamin tersebut bisa meningkatkan kekebalan tubuh untuk menangkal virus berkembang.

Baca juga: WHO ulas laporan yang sebut COVID-19 ditularkan lewat udara

Baca juga: Pakar: Polusi udara tingkatkan risiko kematian penderita COVID-19

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar