Warga Kota Maiun terpapar virus corona bertambah menjadi 18 orang

id corona madiun,corona,korona,covid-19,kota madiun,pemkot madiun,jatim,jawa timur,corona jatim

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am)

Madiun (ANTARA) - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Kota Madiun, Jawa Timur, kembali bertambah satu orang pada Rabu, sehingga secara keseluruhan warga yang terpapar virus itu menjadi 18 orang.

"Pasien nomor 18 ini mempunyai riwayat dari Jakarta ke Lamongan bersama mertuanya yang berstatus PDP dan seorang sopir sekitar Maret lalu," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Kota Madiun Noor Aflah dalam keterangannya di Madiun Rabu malam.

Sesuai data, pasien ke-18 tersebut berinisial ITA (29), seorang perempuan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Yang bersangkutan terkonfirmasi positif setelah hasil tes usap (swab) yang keluar pada Rabu ini.

"Pasien ITA disinyalir kuat tertular COVID-19 dari mertuanya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dari Jakarta," kata dia.

Baca juga: Kota Madiun kembali catat dua tambahan kasus corona menjadi 17 orang

Baca juga: Pasien COVID-19 di Kota Madiun-Jatim bertambah menjadi 15 orang


Sesuai hasil pelacakan, pasien bersama mertua melanjutkan perjalanan ke Kota Madiun setelah dari Jakarta dan Lamongan pada 22 Juni lalu. Namun, sang mertua mengalami sesak nafas di saat perjalanan. Mereka lalu memutuskan untuk langsung ke RSUD Dolopo Kabupaten Madiun dan belum sempat pulang ke rumah Banjarejo.

"Mertuanya sempat menjalani perawatan selama satu minggu di RSUD Dolopo. Karena tak kunjung membaik, pihak rumah sakit melakukan tes usap (swab). Termasuk kepada ITA dan sopirnya," kata dia.

Dari tes usap tersebut ITA terkonfirmasi positif. Sedang, hasil dari mertua dan sopir belum keluar. Dalam perkembangannya, ITA dan mertua saat ini sudah dipindahkan ke RSUD Soedono. Sedang, untuk sopirnya dalam pengawasan petugas sembari menunggu hasil uji usap.

"Yang sakit itu sejatinya mertuanya. ITA ini tidak sakit, karenanya status sebelumnya orang tanpa gejala (OTG)," kata Aflah.

Ia menambahkan, kendati belum sempat pulang ke rumah Banjarejo, GTPP Kota Madiun tetap melakukan penyemprotan disinfektan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak RSUD Dolopo dan Pemkab Madiun karena sejak awal penanganan dilakukan RSUD Dolopo wilayah Kabupaten Madiun.

"Termasuk tes usapnya. Begitu hasilnya keluar dan positif, karena ITA ini warga Kota Madiun, maka kasusnya secara otomatis dilimpahkan ke Kota Madiun. Tim saat ini terus berkoordinasi dengan Pemkab terkait," katanya.

Dengan tambahan satu kasus baru tersebut, jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Madiun saat ini mencapai 18 orang. Dari 18 orang tersebut, tujuh orang di antaranya telah sembuh dan 11 lainnya masih dirawat.

Gugus tugas meminta warga Kota Madiun terus meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.*

Baca juga: Pemkot fasilitasi rapid test gratis peserta UTBK asal Kota Madiun

Baca juga: KAI Daop Madiun layani 18.152 penumpang sejak beroperasi kembali

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar