Relawan Gugus Tugas COVID-19 sosialisasi protokol jelang normal baru

id covid-19,relawan gugus tugas

Tangkapan layar Ketua Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Andre Rahadian dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Relawan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kini difokuskan menjadi garda terdepan melakukan sosialisasi untuk adaptasi kebiasaan baru atau  normal baru yang harus dilakukan untuk tetap produktif dan menghindari COVID-19.

Menurut Ketua Koordinator Relawan Gugus Tugas Andre Rahadian, sejak awal membuka pendaftaran hingga saat ini terdapat 30.924 relawan yang terdaftar baik medis maupun non-medis. Di awal perekrutan relawan medis menjadi fokus untuk ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan termasuk RS Darurat Wisma Atlet.

"Di tahapan kedua dalam rangka menyambut tata kehidupan baru kita mengedepankan relawan non-medis untuk menjadi garda terdepan dalam memutus penyebaran COVID-19," kata Andre dalam diskusi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Penerapan protokol kesehatan di pasar dipantau "Relawan COVID-19"

Relawan non-medis itu harus bekerja di tengah masyarakat untuk memastikan ketahanan kesehatan serta sosial dan ekonomi. Kegiatan yang dilakukan seperti menjalankan sistem respons darurat dan sosialisasi protokol kesehatan di lingkungan masing-masing.

Tim koordinator sendiri memiliki 5.536 relawan terlatih untuk bisa ditempatkan di berbagai wilayah.

Salah satu tugas yang para relawan itu lakukan baru-baru ini adalah memberikan edukasi kepada pengelola dan pedagang pasar dengan relawan sudah mendatangi sekitar 27 pasar tradisional.

Baca juga: Relawan Gugus Tugas luncurkan Program Pasar Tangguh di Jakarta Selatan

"Kita tahu beberapa hari belakangan ini pasar menjadi episentrum baru, klaster baru. Jadi kita melihat memang penting kesadaran dari masyarakat baik penjual maupun pembeli," kata dia.

Upaya sosialisasi itu, kata Andre, merupakan bagian dari usaha untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan agar bisa kembali produktif tapi aman dari COVID-19.

Tidak hanya relawan dari Gugus Tugas, mereka juga menggandeng relawan dari berbagai kelompok dan lembaga swadaya masyarakat seperti Pemuda Pancasila,Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KMPI) dan Jenggala Center.

Baca juga: Relawan: Kerelawanan COVID-19 berbeda dengan saat terjadi bencana
Baca juga: 30 ribu lebih sukarelawan sudah bergabung, sebut Gugus Tugas COVID-19
Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 targetkan ada relawan di setiap RT

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar