Di tengah pandemi, ACT Maluku santuni 100 anak yatim-piatu di ponpes

id ACT Maluku, yatim,piatu,desa Liang,Salahutu,Maluku Tengah,pandemi,covid-19

Anak-anak yatim penerima santunan dari para dermawan yang disalurkan melalui ACT Cabang Maluku (Maya)

Ambon (ANTARA) - Organisasi nirlaba sosial kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Maluku memberikan santunan untuk 100 anak yatim dan piatu di dua pondok pesantren (ponpes), yaitu Pesantren Hidayatullah dan Pesantren Al-Anshor di Desa Liang, Maluku Tengah di tengah situasi pandemi COVID-19 di daerah itu.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi COVID-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, masih banyak orang yang mau berderma untuk berbagi. ACT Maluku dipercaya oleh Bank Muamalat untuk berbagi sembako, dan hari ini kepercayaan dari para dermawan untuk menyantuni 100 anak yatim di dua pesantren yang ada di Desa Liang, Kecamatan Salahutu di Pulau Ambon," kata Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu di Ambon, Kamis.

Wahab Loilatu menambahkan antunan berupa uang tunai Rp200.000 itu diberikan untuk setiap anak yatim dan piatu, yang tidak lagi punya orang tua tetapi berjuang mempelajari Ilmu di pondok pesantren.

Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Liang Naharudin mengatakan pihaknya sangat senang  karena ACT Malukudapat memberikan santunan kepada anak-anak santri yang yatim dan piatu.

“Terima kasih banyak, semoga Allah SWT menjauhkan segala penyakit dan wabah dari para sukarelawan,” kata Naharudin

Rifai Ode, salah satu anak yatim penerima manfaat dari Ponpes Al Anshor mengungkapkan rasa syukur menerima santunan dari para dermawan.

"Kami sangat senang kakak, terima kasih sudah memberikan kami paket bantuan, semoga Allah SWT membalas kebaikan kakak semuanya, Amiin," katanya.

Baca juga: Melalui "Sahabat UMI", ACT Maluku bantu usaha kecil terdampak COVID-19

Baca juga: ACT-MRI Maluku lakukan disinfektan cegah COVID-19 di Kota Ambon

Baca juga: 2.000 takjil gratis ACT-MRI disalurkan untuk pekerja informal di Ambon

Baca juga: ACT Maluku bantu biaya hidup guru honorer di Kota Ambon

Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar