5 WNA terdampar diisolasi RSUD Bengkalis

id WNA terdampar di bengkalis, WNA terdampar, kapal terdampar,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Lima WNA yang terdampar di Pulau Bengkalis diobservasi di ruang isolasi RSUD Bengkalis, Minggu (23/2/2020). ANTARA/Alfisnardo

Bengkalis (ANTARA) - Lima warga negara asing (WNA) yang terdampar bersama kapal mewah cepat di pesisir Pantai Tanjung Mayat, Desa Pangkalan Batang, Kabupaten Bengkalis, Riau, diobservasi di ruang isolasi khusus milik RSUD Bengkalis.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bengkalis Rita Puspa di Bengkalis, Minggu, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi untuk observasi terhadap lima WNA asal Thailand dan Inggris tersebut.

"Sekitar pukul 21.55 WIB kelima WNA tersebut dibawa ke RSUD untuk dilakukan cek kesehatan, setelah berkoordinasi dengan tim reaksi cepat KLB corona Kabupaten Bengkalis. Secara umum mereka tidak terdeteksi virus corona, namun tetap dilakukan observasi dan perawatan yang diperlukan untuk antisipasi sesuai standar operasional yang berlaku," kata dia.

Ia juga mengatakan tenaga medis rumah sakit setempat yang menangani lima WNA tersebut menggunakan standar pelayanan antara lain memakai alat pelindung diri secara lengkap, seperti kacamata gugel, masker, dan penutup kepala lengkap.

"Salah satu WNA yang sebelumnya diinformasikan sakit, merupakan penderita stroke yang sudah sakit sekitar setahun lalu," ungkapnya.

Baca juga: Kapal WNA terdampar di Pulau Bengkalis Riau

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Bengkalis Joni Tunggul menuturkan secara keimigrasian data diri dan dokumen yang dimiliki WNA tersebut lengkap dan sesuai dengan perjalanan keimigrasian yang dilakukan mereka dari Singapura, Malaysia, dan akan menuju Thailand.

"Akibat adanya kerusakan mesin, maka mereka terdampar sampai ke Pulau Bengkalis," kata dia.

Ia menjelaskan untuk tindak lanjut situasi kedaruratan yang dialami WNA tersebut, menurut undang-undang, boleh dilakukan cap paspor secara legal.

Saat ini, katanya, WNA tersebut berharap ada pihak yang bisa memperbaiki mesin kapal yang mengalami kerusakan.

"Secara aturan dalam kondisi 'force majeure' (kondisi kedaruratan) boleh dilakukan cap pendaratan secara legal, dan saat ini dokumen paspor mereka untuk keamanan dipegang oleh pihak imigrasi yang nantinya untuk laporan ke atasan," ucap Joni.

Baca juga: Pemerintah Selasa putuskan opsi pemulangan WNI di Diamond Princess
Baca juga: Kemenkes: Belum ada info resmi penderita corona pulang dari Indonesia

Pewarta : Alfisnardo
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar