Humaniora kemarin, 110 gempa susulan hingga kelahiran cucu Presiden

id Humaniora kemarin

Ilustrasi - Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketigakanan) mendampingi Putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka (ketig kiri) bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) dan tim dokter Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo memberikan keterangan pers mengenai kelahiran cucu ketiga presiden di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/11/2019). ANTARA FOTO/Maulana Surya/nz.

Jakarta (ANTARA) - Berita-berita humaniora kemarin masih didominasi dengan peristiwa gempa-gempa susulan pascagempa bermagnitudo (M) 7,1 yang mengguncang perairan Maluku Utara. Berita humaniora lain yang juga mendapat perhatikan masyarakat adalah kabar kelahiran adik perempuan Jan Ethes atau cucu ketiga Presiden Joko Widodo di Surakarta.

Berikut berita-beritanya:

110 kali gempa bumi susulan terjadi di Laut Maluku

Sebanyak 110 kali gempa bumi susulan (aftershock) terjadi di Laut Maluku setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (14/11) malam.

Berikut berita lengkapnya.

Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima

Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menunjukkan gempa Maluku dengan magnitudo (M) 7,1 memiliki energi yang ekuivalen dengan 30-40 kali bom Hiroshima.

Informasi lengkapnya dapat dibaca di sini.

Gempa di Laut Maluku punya sejarah merusak

Gempa bumi kuat di Laut Maluku bukan hanya sekali terjadi seperti pada Kamis (14/11) malam namun punya sejarah beberapa kali terjadi menimbulkan kerusakan termasuk tsunami.

Bagaimana sejarahnya? Yuk, dibaca di sini.

Keluarga besar Presiden Jokowi sambut bayi perempuan

Keluarga besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut bayi perempuan buah hati Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda pada Jumat. Lalu siapa nama cucu perempuan kedua Presiden?

Simak berita lengkapnya di sini dan di sini.
 


Pewarta : Virna P Setyorini
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar