Stok melimpah, omzet pedagang beras di Lebak anjlok 60 persen

id pedagang beras,kabupaten lebak

Pedagang beras di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak emngeluh sepinya pembeli karena stok beras hasil panen Januari-Agustus 2019 melimpah dan tidak terdampak musim kemarau

Lebak (ANTARA) - Sejumlah pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan sepinya pembeli sehingga berdampak terhadap omzet penjualan menurun hingga 70 persen.

"Kami memperkirakan sepinya konsumen karena stok beras lokal melimpah dan tidak terpengaruh kemarau panjang itu," kata H Badrn (60) seorang pedagang dikiosnya di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu.

Selama ini, para pedagang beras tampaknya dihabiskan waktu untuk berduduk-duduk sambil mengobrol karena sepinya pembeli. Semestinya, kata dia, musim kemarau banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, namun kenyataannya tampak sepi pembeli.

Sebagian besar warga pedesaan di daerah itu tidak membeli beras karena panen padi melimpah dan tidak terdampak kemarau. Masyarakat sekitar Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Sajira, Kalanganyar dan Cimarga memiliki stok pangan hasil panen Juli-Agustus 2019.

Bahkan, mereka menjemur gabah di lahan-lahan kosong, seperti tanah lapang, jalan desa hingga halaman rumah.

"Kami pagi ini baru mendapat omzet penjualan sebanyak empat karung dengan ukuran 25 kilogram/karung, padahal normalnya bisa mencapai 15 karung," katanya.

Begitu juga Ahmad (50) seorang pedagang beras di Pasar Cipanas, Kabupaten Lebak, mengaku sejak dua bulan terakhir omzet penjualan menurun drastis hingga 70 persen dari hari-hari biasa.

Ia mengatakan saar ini daerahnya itu memasuki musim panen raya sehingga masyarakat memiliki stok pangan. Selain itu juga sebagian besar warga tidak membeli beras juga adanya penyaluran beras miskin yang digulirkan pemerintah.

Saat ini, harga beras berbagai jenis medium dan premium mengalami penurunan akibat melimpahnya beras lokal itu. Bahkan, harga beras sekarang sangat murah dan terjangkau masyarakat kalangan penghasilan rendah dengan termurah seharga Rp8.500-Rp9.500  per kilogram atau jika dijual liter antara Rp7.000 sampai Rp8.000 per liter.

"Semua beras yang dijual itu didatangkan dari petani lokal karena stok beras melimpah," katanya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Dedi Setiawan mengatakan selama ini beras lokal membanjiri sejumlah pasar tradisional di daerah ini. Mereka petani bisa mencukupi untuk kebutuhan pasar tradisional, karena panen Januari-Agustus 2019 melimpah.

Berdasarkan laporan sejumlah kelompok tani, bahwa produktivitas rata-rata 6-7 ton Gabah Kering Pungut (GKP)/hektare.

"Kami menjamin harga beras hingga Desember 2019 relatif stabil dan tidak terjadi kenaikkan," katanya.

 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar