Pelepasliaran Penyu Hijau di Wakatobi
- 03 October 2026 20:42 WIB
Warga menjemur Selada Laut (Ulva spp) di depan rumahnya di Desa Bajo Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Perempuan bajo yang bermukim di wilayah itu setiap harinya mampu mengumpulkan hingga lima kilogram Selada Laut disekitar rumahnya dan dijual ke pengepul dengan harga Rp4 ribu per kilogram untuk diolah menjadi cemilan serta bahan baku pembuatan pakan ikan nasional karena memiliki kandungan protein dan nutrisi tinggi. ANTARA sultra/Andry Denisah
Warga menunjukkan Selada Laut (Ulva spp) setengah kering di depan rumahnya di Desa Bajo Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Perempuan bajo yang bermukim di wilayah itu setiap harinya mampu mengumpulkan hingga lima kilogram Selada Laut disekitar rumahnya dan dijual ke pengepul dengan harga Rp4 ribu per kilogram untuk diolah menjadi cemilan serta bahan baku pembuatan pakan ikan nasional karena memiliki kandungan protein dan nutrisi tinggi. ANTARA sultra/Andry Denisah
Warga mengais Selada Laut (Ulva spp) di laut Desa Bajo Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Perempuan bajo yang bermukim di wilayah itu setiap harinya mampu mengumpulkan hingga lima kilogram Selada Laut disekitar rumahnya dan dijual ke pengepul dengan harga Rp4 ribu per kilogram untuk diolah menjadi cemilan serta bahan baku pembuatan pakan ikan nasional karena memiliki kandungan protein dan nutrisi tinggi. ANTARA sultra/Andry Denisah