
Kalapas Kendari pastikan tidak ada kamar istimewa bagi warga binaan

Kendari (ANTARA) - Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Mukhtar memastikan tidak ada kamar hunian istimewa bagi warga binaan setelah melakukan inspeksi mendadak di blok hunian.
"Dua hari lalu kami melakukan pengecekan langsung bersama jajaran pejabat dan staf ke satu per satu kamar. Saya pastikan tidak ada kamar-kamar istimewa di dalam, semuanya sama," kata Mukhtar di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) memperoleh perlakuan yang setara tanpa diskriminasi dalam fasilitas maupun pelayanan di dalam lapas.
"Baik itu narapidana kasus tindak pidana korupsi, narkoba, maupun pidana umum, semuanya diperlakukan sama dan tidak ada yang diistimewakan. Kami terapkan aturan yang tegas untuk seluruh warga binaan," ujarnya.
Mukhtar mengatakan pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada fasilitas khusus yang diberikan kepada warga binaan tertentu di dalam blok hunian.
Di sisi lain, Lapas Kelas IIA Kendari saat ini mengalami kelebihan kapasitas hunian. Dari kapasitas ideal 378 orang, lapas tersebut dihuni 918 warga binaan.
"Satu kamar itu berhimpitan karena jumlah penghuni cukup banyak. Tentu ini menjadi tugas buat kami bagaimana mengatur supaya warga binaan di setiap kamar bisa terbagi seimbang dan tetap nyaman," katanya.
Selain kondisi blok hunian, Mukhtar menyoroti kondisi 15 unit rumah dinas pegawai yang dibangun sejak 1999 dan kini membutuhkan renovasi secara menyeluruh.
Keterbatasan anggaran pemeliharaan membuat pegawai yang menempati rumah dinas tersebut harus melakukan perbaikan secara mandiri agar bangunan tetap layak dihuni bersama keluarga.
"Untuk sementara hari ini belum ada anggaran rehabilitasi rumah dinas dari pusat. Pegawai yang menempati biasanya secara mandiri memperbaiki bagian bangunan yang rusak agar tetap bisa ditempati bersama keluarga," katanya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
