Logo Header Antaranews Sultra

Asmo Sulsel edukasi mahasiswa bahaya berkendara saat mengantuk lewat kopi

Kamis, 1 Oktober 2026 12:40 WIB
Image Print
Asmo Sulsel saat memberikan edukasi kepada para mahasiswa di Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-Asmo Sulsel)

Kendari (ANTARA) - Main Dealer Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bertajuk “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” untuk mendidik generasi muda terkait bahaya berkendara dalam kondisi mengantuk.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow tersebut berlangsung di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar, Rabu (30/9), dengan melibatkan sekitar 60 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Makassar.

Marketing Manager Asmo Sulsel Antofany Yusticia Ahmadi di Makassar, Kamis, mengatakan pendekatan edukasi yang relevan dengan gaya hidup generasi muda menjadi strategi perusahaan untuk menyampaikan pesan keselamatan secara lebih dekat dan efektif.

"Kami ingin edukasi safety riding tidak hanya berbicara mengenai aturan dan teknik berkendara, tetapi juga mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui 'Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi', kami mengajak mahasiswa memahami bahwa menjaga keselamatan juga berarti mampu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara," ujar Yusticia.

Seminar interaktif ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel Wanny, perwakilan Polrestabes Makassar Aipda Mahir Dg Rani, serta eks barista Gloria Christine.

Foto bersama Asmo Sulsel saat memberikan edukasi kepada para mahasiswa di Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-Asmo Sulsel)

Dalam sesi diskusi, Gloria menjelaskan kandungan kafein dalam kopi bekerja dengan menekan pengaruh adenosin, yakni senyawa alami tubuh yang memicu rasa lelah dan kantuk. Kendati demikian, efek kafein bersifat sementara sehingga tidak dapat menggantikan kebutuhan fisik untuk beristirahat.

Menanggapi hal tersebut, Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel Wanny bersama Aipda Mahir Dg Rani menekankan bahwa rasa kantuk dan kelelahan dapat menurunkan kewaspadaan serta tingkat respons pengendara di jalan raya.

"Anak muda sangat dekat dengan kopi, sehingga kami menggunakan kebiasaan tersebut sebagai pintu masuk untuk membahas keselamatan berkendara. Kopi memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk sementara, tetapi bukan berarti tubuh siap berkendara. Jika sudah lelah atau mengantuk, pilihan paling aman adalah berhenti dan beristirahat," kata Wanny.

Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap makin banyak generasi muda yang menyadari pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berkendara serta konsisten menerapkan prinsip #Cari_Aman di jalan raya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026