Logo Header Antaranews Sultra

BTNW bersama tim gabungan evakuasi bangkai hiu paus yang terdampar di Wakatobi

Senin, 28 September 2026 11:35 WIB
Image Print
Hiu Paus yang terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Polres Wakatobi)

Kendari (ANTARA) - Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) bersama tim gabungan mengevakuasi bangkai seekor hiu paus (Rhincodon typus) sepanjang sembilan meter yang terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Penanganan hiu paus yang terdampar ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan seluruh pihak yang bersama-sama berupaya menangani peristiwa ini," kata Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi La Ode Ahyar Thamrin Mufti saat dihubungi di Kendari, Senin.

Ahyar menjelaskan bahwa hiu paus dengan bobot diperkirakan mencapai lima ton tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BTNW bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas penyelam, masyarakat, serta mitra pembangunan seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan WWF Indonesia segera berkoordinasi melakukan upaya penyelamatan.

"Namun, kondisi perairan yang sangat dangkal, jarak yang jauh dari perairan dalam, serta dinamika pasang surut air laut menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi hingga akhirnya satwa dilindungi tersebut tidak dapat diselamatkan dan mati di lokasi," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa setelah melalui pertimbangan teknis dan lingkungan, tim memindahkan bangkai hiu paus sejauh 700 meter dari lokasi awal ke area yang lebih jauh dari permukiman warga sebelum dilakukan penanganan akhir guna meminimalkan dampak lingkungan dan gangguan bagi masyarakat setempat.

Di tempat yang sama, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sarminto Hadi, mengapresiasi respons cepat BTNW dan tim gabungan dalam menangani peristiwa tersebut.

"Sinergi yang baik antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan setiap upaya penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tetap memperhatikan aspek konservasi," ucap Sarminto.

Kepala Desa Matahora, Saharuni, menyatakan bahwa warga dan pemerintah desa turut membantu proses penanganan sejak satwa tersebut pertama kali ditemukan. Bagi masyarakat Wakatobi, laut dan biota di dalamnya merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Masyarakat dan pemerintah desa merasa prihatin atas kejadian ini. Selama proses penanganan, kami dan semua perangkat desa selalu berupaya membantu baik tenaga maupun materi dan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan," sebut Saharuni.

Sementara itu, Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, Yusuf Fajariyanto, menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, dukungan sarana evakuasi, serta kolaborasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Wakatobi.

"Melalui pembelajaran tersebut, para pihak semakin memperkuat komitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem laut Wakatobi sebagai habitat beragam spesies sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir," tambahnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BTNW bersama tim gabungan evakuasi bangkai hiu paus di Wakatobi



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026