Logo Header Antaranews Sultra

PT Vale tampilkan produk UMKM binaan Sulawesi di Pameran Kriyanusa 2026

Minggu, 27 September 2026 21:18 WIB
Image Print
Produk UMKM Binaan PT Vale. (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memboyong sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan asal Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi untuk tampil dalam Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 26–30 September 2026.

Bergabung di stan Grup MIND ID, PT Vale menghadirkan beragam produk unggulan mulai dari wastra, kerajinan lokal, pangan olahan, hingga produk herbal sebagai bagian dari upaya perluasan akses pasar nasional bagi pelaku usaha daerah.

"PT Vale terus melakukan pelatihan dan pendampingan serta membantu memperluas jejaring pasar agar produk UMKM binaan dapat semakin dikenal masyarakat," kata Community Development Officer PT Vale Salwa di Jakarta.

Salwa menjelaskan, keikutsertaan pada pameran kerajinan besutan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini memberi ruang bagi para perajin dan pelaku usaha untuk mempelajari potensi pasar di luar Sulawesi.

Pameran bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming pada Sabtu (26/9), menghadirkan 410 stan dari 257 peserta lintas kementerian, lembaga, serta asosiasi perajin.

Sebelum membawa pelaku usaha ke pameran nasional, PT Vale telah menjalankan rangkaian pengembangan kapasitas yang disesuaikan dengan potensi tiap wilayah. Di Pomalaa, misalnya, program mencakup pengembangan pertanian organik metode System of Rice Intensification (SRI), pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga penyediaan alat penggiling padi dan pengolah pangan.

External Relations Officer PT Vale IGP Pomalaa Sri Mitha Fitriani menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting mendorong kemandirian ekonomi warga.

"Harapannya, kualitas dan kapasitas produk UMKM binaan terus meningkat sehingga mampu menjangkau pasar yang semakin luas," ujar Sri Mitha.

Dalam pameran tersebut, ragam komoditas dipamerkan, seperti beras merah dan beras hitam organik, teh bunga telang, serbuk kunyit asam, virgin coconut oil (VCO), abon ikan, biji kakao fermentasi, hingga kriya tenun dan anyaman khas Sulawesi.

Salah seorang petani binaan dari Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK), Salmi (54), mengaku ajang nasional ini membuka peluang baru bagi pengembangan komoditas hasil tani yang dirintisnya sejak 2021. Hal senada diungkapkan Ilham (37), pelaku UMKM asal Morowali yang menilai ajang berskala nasional mempercepat produk lokal menembus konsumen luas.

Langkah fasilitasi pameran ini menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong keberdayaan UMKM daerah agar tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026