Logo Header Antaranews Sultra

Madrasah Aliyah Al-Askar Kendari harap penyaluran MBG kembali normal

Kamis, 24 September 2026 18:44 WIB
Image Print
Kepsek MTs Al-Askar Kendari, Dr. Wa Ode Nurliati Fahidu. (ANTARA/La Ode Ari)

Kendari (ANTARA) - Madrasah Aliyah Al-Askar Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga bisa normal kembali setelah melewati masa pemberhentian sementara (suspend) dari BGN.

Kepala Sekolah MTs Al-Askar Kendari Wa Ode Nurliati Fahidu saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa penyediaan MBG yang selama ini disediakan dengan pelajar sekolah MTs dan MA ponpes Al-Askar Kendari menjadi target penerima manfaat sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi santri

"Tapi dengan kejadian itu untuk beberapa waktu tidak ada MBG di madrasah kami. Jadi, prosesnya jangan lama-lama agar siswa kami sebagai penerima manfaat bisa menikmati lagi," ungkapnya.

Nurliati mengatakan persediaan MBG tak hanya berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para siswa ketika istirahat makan siang. Namun juga membantu ketika menjalankan ibadah puasa sunah.

"Karena saya masih ingat ketika para santri akan melaksanakan puasa sunah, pihak SPPG akan mendistribusikan makanan untuk sahur para santri," ujarnya.

Apalagi, kata Nurliati, menu MBG yang disajikan sejak awal pendistribusian banyak disukai para siswa dan santri.

Ia meminta kejadian yang menimpa 57 anak didiknya usai menyantap MBG harus menjadi evaluasi dari SPPG. Kemudian seluruh tahapan proses penyediaan makanan maupun bahan pangan diawasi lebih ketat.

Upaya itu, demi menjaga kelayakan makanan yang disajikan tetap aman sampai ke para siswa dan mencegah kelalaian selama proses penyediaan MBG.

"Pengawasanya harus diperketat karena resiko itu di para siswa kami bukan penyedia," jelas Nurliati.

Ia mengatakan sebelum kejadian menimpa 57 peserta didik, makan bergizi yang dikonsumsi para santri selalu aman. Tetapi setelah adanya kelalaian dalam proses memasak berdampak 52 santri putri dan empat putra.

"Kalau bisa pihak SPPG nanti bisa menguji dulu kelayakan makan sebelum diberikan para siswa," tegasnya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026