
PT Vale komitmen tingkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di proyek IGP Pomalaa

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa berkomitmen meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal Kabupaten Kolaka secara bertahap, seiring perkembangan proyek dan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Senior Manager HSOR PT Vale IGP Pomalaa, Guntur Suryaning Hadi, saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan komitmen tersebut disampaikan setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Tenggara bersama kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait transparansi perekrutan tenaga kerja.
Guntur mengatakan PT Vale Indonesia bersama para mitra kerjanya akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan mengenai komposisi tenaga kerja, yakni 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen tenaga kerja nonlokal.
"Pada intinya PT Vale Indonesia dan mitra kerjanya akan mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan, yaitu untuk memenuhi kriteria 70 persen lokal dan 30 persen nonlokal," kata Guntur usai mengikuti RDP di DPRD Sulawesi Tenggara.
Ia menjelaskan pemenuhan komposisi tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan proyek, peningkatan volume pekerjaan, serta kebutuhan kompetensi pada setiap tahapan konstruksi.
Menurut dia, pada tahap awal konstruksi terdapat sejumlah pekerjaan tertentu yang membutuhkan tingkat presisi tinggi, seperti pembangunan tangki bahan bakar atau fuel tank. Untuk pekerjaan tersebut, perusahaan memprioritaskan tenaga ahli yang memiliki pengalaman dan kompetensi khusus guna menjaga kualitas serta memenuhi standar keselamatan kerja.
"Prosesnya terus berkembang mengikuti progres pekerjaan. Ketika volume pekerjaan bertambah, tentu penyerapan tenaga kerja juga akan bertambah," ujarnya.
Mengenai keberadaan tenaga kerja asing (TKA), Guntur menegaskan bahwa berdasarkan laporan kondisi terakhir, tidak ada TKA yang bekerja secara langsung dalam kegiatan operasional proyek IGP Pomalaa di Kabupaten Kolaka, baik di internal PT Vale Indonesia maupun perusahaan mitra kontraktornya.
"Kalaupun ada TKA, statusnya berada di kantor pusat atau head office di Jakarta, atau hanya melakukan kunjungan kerja singkat," katanya.
Terkait pencatatan tenaga kerja, ia mengakui masih terdapat ketidaksinkronan dalam alur pelaporan data ketenagakerjaan dari sejumlah perusahaan mitra kontraktor kepada instansi terkait.
Menurut dia, sebagian kontraktor telah menyampaikan laporan kepada instansi ketenagakerjaan di tingkat kabupaten, tetapi laporan tersebut belum diteruskan atau belum tercatat di tingkat provinsi.
"Kami sedang berbenah dan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja agar alur pelaporan berbasis sistem daring dapat dipahami seluruh kontraktor, sehingga data yang disajikan sinkron," tutur Guntur.
Selain aspek ketenagakerjaan, PT Vale juga menegaskan komitmennya terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek IGP Pomalaa.
Penerapan K3 dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan atau screening terhadap pekerja, pembekalan dan pelatihan sebelum bekerja, serta pemenuhan sertifikasi alat berat yang digunakan perusahaan mitra.
Pada aspek lingkungan, perusahaan secara rutin menyampaikan laporan bulanan dan triwulanan terkait dokumen Persetujuan Teknis (Pertek) maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Perusahaan juga membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun pengaduan terkait kegiatan perusahaan di sekitar wilayah operasional proyek IGP Pomalaa.
Dalam RDP tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka turut memaparkan data ketenagakerjaan pada proyek IGP Pomalaa.
Berdasarkan data yang disampaikan Disnakertrans Kabupaten Kolaka dalam rapat, tercatat sebanyak 4.300 tenaga kerja lokal Kolaka dan 5.126 tenaga kerja dari luar Kolaka.
Data tersebut masih memerlukan sinkronisasi karena, menurut Guntur, terdapat perbedaan alur pelaporan tenaga kerja dari sejumlah perusahaan kontraktor kepada instansi ketenagakerjaan di tingkat kabupaten dan provinsi.
Dalam pemaparan Disnakertrans Kabupaten Kolaka, PT Petrosea tercatat mempekerjakan 896 tenaga kerja lokal Kolaka dan 309 tenaga kerja dari luar Kolaka.
PT Pamapersada Nusantara (PAMA) tercatat mempekerjakan 1.233 tenaga kerja lokal Kolaka dan 1.231 tenaga kerja dari luar Kolaka.
Sementara itu, PT Leighton Contractors Indonesia tercatat mempekerjakan 369 tenaga kerja lokal Kolaka dan 164 tenaga kerja dari luar Kolaka.
Data tersebut selanjutnya akan diperbarui dan disinkronkan melalui sistem pelaporan daring oleh seluruh perusahaan mitra kontraktor PT Vale.
Pemutakhiran dilakukan untuk menyelaraskan data ketenagakerjaan yang tercatat di tingkat Kabupaten Kolaka dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebelum RDP berikutnya yang dijadwalkan pada pekan kedua Oktober 2026 mendatang.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra/La Ode Ari
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
