
Kolaka perketat pengawasan pangan segar agar aman dikonsumsi

Kolaka, Sultra, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka memperketat pengawasan dan uji keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) guna memastikan produk aman dan layak dikonsumsi bagi masyarakat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka Abbas di Kolaka, Selasa, mengatakan pengawasan tersebut dilakukan melalui metode tes cepat (rapid test) guna memastikan tingkat pencemar kimia maupun mikrobiologi pada komoditas seperti beras dan sayur-mayur masih berada di bawah angka ambang batas aman.
"Sesuai mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pemerintah daerah wajib menjamin keamanan pangan masyarakat. Untuk itu, kami melakukan pengawasan dan deteksi dini terhadap kandungan logam berat, bahan kimia, serta residu pestisida pada PSAT," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan tersebut merupakan langkah preventif pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya cemaran pangan, sekaligus memastikan mutu produk pangan segar tetap terjaga.
Pengujian lapangan sejauh ini, menurut dia, telah menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari tingkat petani, produksi, distribusi, pasar tradisional, hingga peredaran di masyarakat.
"Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup kondisi fisik dan mutu pangan, kebersihan tempat penyimpanan, hingga kelengkapan kemasan dan label produk," ujar Abbas.
Selain pemeriksaan fisik, Dinas Ketahanan Pangan juga melakukan pengambilan sampel secara berkala untuk diuji di laboratorium yang terakreditasi. Pengujian tersebut difokuskan pada pemetaan potensi cemaran berbahaya, seperti residu pestisida, logam berat, mikrobiologi, hingga mikotoksin.
"Jika ditemukan indikasi bahaya melalui pengujian laboratorium, kami dapat segera mengambil tindakan pengendalian secara tepat sebelum produk tersebut dikonsumsi masyarakat luas," ujar dia.
Menurut Abbas, langkah tersebut tidak hanya bertujuan melindungi konsumen, tetapi juga untuk membina serta meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha dalam menerapkan praktik penanganan pangan yang baik.
Abbas menambahkan bahwa untuk mengoptimalkan pengawasan hingga ke pelosok dan tempat produksi, Dinas Ketahanan Pangan Kolaka mengusulkan pengadaan fasilitas Mobil Laboratorium keamanan pangan segar asal tumbuhan dalam rangka mendukung kabupaten sehat pada pembahasan APBD tahun anggaran 2027.
Fasilitas laboratorium keliling tersebut diharapkan mampu memangkas kendala jarak, sehingga petugas dapat melakukan pengujian secara langsung dan akurat di lokasi produksi maupun unit distribusi.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra/Andika
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
