Logo Header Antaranews Sultra

BPBD edukasi pelajar di Kendari kesiapsiagaan hadapi bencana hidrometeorologi kering

Jumat, 11 September 2026 18:54 WIB
Image Print
Foto bersama usai memberikan materi edukasi kesiapsiagan menghadapi bencana meteorologi kering di Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Pemkot Kendari

Kendari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan edukasi kepada para pelajar di daerah tersebut mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada masa hidrometeorologi kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Cornelius Padang di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi kebencanaan yang menyasar lingkungan pendidikan ini dilakukan, karena sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.

"Kami menyasar warga sekolah agar pemahaman mengenai ancaman bencana pada masa hidrometeorologi kering ini dapat terbangun dengan baik sejak dini," kata Cornelius.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 8 hingga 11 September 2026, yang diikuti para siswa, guru, serta staf di empat sekolah, yakni SMP Negeri 11 Kendari, SMP Negeri 13 Kendari, SMPS Mu’adz Bin Jabal, dan SMPS Frater Kendari.

Cornelius menjelaskan pada periode hidrometeorologi kering terdapat beberapa ancaman bencana yang berpotensi meningkat dan perlu diwaspadai bersama, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, kekeringan, hingga penurunan ketersediaan air bersih, serta ancaman gempa bumi.

Oleh karena itu, para pelajar dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kami mengingatkan seluruh warga sekolah agar menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti tidak membakar sampah secara sembarangan, serta membiasakan diri menggunakan air secara bijak untuk menjaga ketersediaan air," ujar Cornelius.

Selain materi pencegahan, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Para siswa diimbau untuk tetap tenang, segera melaporkan kejadian kepada guru atau pihak terkait, serta mengikuti arahan dan prosedur evakuasi yang telah ditetapkan.

Cornelius berharap pengetahuan yang diperoleh para pelajar dari kegiatan sosialisasi ini tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian bersama, potensi dampak bencana hidrometeorologi kering di Kota Kendari dapat diminimalkan," kata Cornelius.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026