
Rangkuman humaniora: Pencarian jurnalis hilang dan korban gempa NTT

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Kamis (10/9) dan dapat dibaca kembali pada hari ini untuk mengawali hari.
Berita diawali dengan serba-serbi pencarian jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau hinggan proses verifikasi rumah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
1. Basarnas kerahkan 11 kapal cari jurnalis hilang di Anak Krakatau
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan 11 kapal dengan lebih dari 300 personel untuk mencari lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Hari pertama kita melaksanakan di tiga sektor (instansi pemerintah) dengan kekuatan yang ada; hari kedua, kita melaksanakan di lima sektor, dan hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan 11 kekuatan kapal, mulai dari KRI, TNI Angkatan Laut, juga kapal dari kepolisian yang cukup besar, dan kapal-kapal yang dimiliki Basarnas maupun teman-teman potensi di wilayah," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten.
2. Basarnas: Warga turut cari jurnalis hilang ikuti prosedur keselamatan
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meminta warga yang turut mencari lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau agar tetap mengikuti prosedur keselamatan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii saat meninjau Pos SAR Marina Carita Pandeglang, Banten, menekankan pentingnya masyarakat terus memperbarui atau update informasi terkait batas aman jangkauan kapal dari pemerintah daerah setempat.
"Jadi, tentunya yang terjadi ini kan erupsi ada di gunung, radius 3 km yang tidak diizinkan. Di luar itu, kalau memang diperbolehkan, tentunya kita juga tidak akan membatasi aktivitas dari masyarakat itu, tetapi yang saya ingin imbau, agar seluruh masyarakat mengikuti ketentuan-ketentuan, baik itu yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau kementerian/lembaga yang berwenang," katanya.
3. Tim SAR perluas pencarian jurnalis hilang hingga utara Anak Krakatau
Kantor SAR Banten menyatakan operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9) akan diperluas dengan penyisiran ke arah utara sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, mengatakan terkait strategi pencarian lanjutan, difokuskan operasi di sisi selatan telah ter-cover penuh hingga radius kurang lebih 20 NM (Nautical Mile) dari titik tengah Anak Gunung Krakatau.
Namun demikian pada hari ini Tim SAR gabungan berencana memperluas area pencarian ke sisi utara dengan tetap berada di sekitar kawasan Anak Gunung Krakatau. Perluasan ini disesuaikan dengan hasil perhitungan arus, pergeseran ombak, serta arah angin.
"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu," ucapnya.
4. Pemerintah salurkan bantuan darurat pascakonflik sosial di Jayawijaya
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darurat untuk percepatan pemulihan pascakonflik sosial di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, seiring perpanjangan status tanggap darurat hingga 31 Desember 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta mengatakan bantuan dukungan operasional dan logistik pengungsi saat ini sudah diterima oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya.
"BNPB menyalurkan paket sembako, selimut, matras, family kit, tenda pengungsi, perahu polyethylene mesin 25 PK, hingga peralatan chainsaw dan radio komunikasi untuk menunjang pemulihan lapangan," kata dia.
5. BNPB: Korban gempa NTT capai 136 jiwa-70 persen rumah terverifikasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi korban jiwa akibat guncangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 136 orang, 88 korban di antaranya meninggal dunia secara tidak langsung atau setelah sempat penanganan medis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya para warga terdampak bencana yang terjadi pada 15 Agustus tersebut.
"Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait meninggalnya sejumlah warga Indonesia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa bumi," kata dia.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
