Logo Header Antaranews Sultra

Dua pelajar Indonesia raih Grand Prize IYRC 2026 di Korea Selatan

Jumat, 11 September 2026 11:35 WIB
Image Print
Dua pelajar Indonesia yang meraih Grand Prize di kompetisi robotika internasional di Korea Selatan. (ANTARA/HO-IIBS)

Kendari (ANTARA) -

Dua pelajar Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang 13th International Youth Robot Competition (IYRC) 2026 yang berlangsung di Korea Selatan pada 6–7 Agustus 2026 lalu dengan meraih Grand Prize, penghargaan tertinggi pada kategori Creative Design.

Kedua pelajar tersebut adalah Fauzi Haziq Amri, siswa kelas IX SMP Al Wafi Islamic International Boarding School (IIBS), dan Rafan Danish Jad Syakir Wibowo, siswa kelas IX SMP Al Wildan. Keduanya tergabung dalam satu tim yang menjadi bagian dari delegasi IYRC Indonesia.

Kepala SMP Al Wafi IIBS Khaiman Dwi Harjoko menyampaikan rasa syukur, bangga, dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian Ananda Fauzi Haziq Amri yang berhasil meraih Grand Prize pada kategori Creative Design dalam ajang IYRC yang diselenggarakan di Hanbat National University, Daejeon, Korea Selatan tersebut.

"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi keluarga besar Al Wafi IIBS. Capaian Ananda Fauzi bukan hanya menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya dalam bidang robotika dan teknologi, tetapi juga menjadi bukti bahwa santri Al Wafi IIBS memiliki potensi, daya juang, dan kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional," kata Khaiman.

Menurut Khaiman, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses yang panjang dan tidak terlepas dari kerja keras serta ketekunan siswa, dukungan dan doa orang tua, bimbingan para mentor, serta sinergi seluruh civitas akademika Al Wafi IIBS. Karena itu, pencapaian ini tidak hanya menjadi keberhasilan individu, tetapi juga menjadi prestasi bersama yang patut disyukuri.

"Yang lebih penting bagi kami bukan semata-mata penghargaan yang diraih, tetapi proses pembelajaran yang membentuk karakter santri untuk berani mencoba, berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat. Kami ingin prestasi ini menjadi bagian dari proses pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, penguasaan teknologi, kreativitas, serta nilai-nilai keislaman," lanjutnya.

Ia berharap prestasi Fauzi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri Al Wafi IIBS untuk terus mengembangkan potensi dan minatnya di berbagai bidang, khususnya sains, teknologi, dan inovasi.

"Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus belajar, berinovasi, berkarya, dan berprestasi. Kami akan terus memberikan ruang, pembinaan, pendampingan, dan dukungan agar setiap santri dapat mengoptimalkan potensinya serta memiliki keberanian untuk membawa nama baik Al Wafi dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," tegas Khaiman.

Dia menjelaskan bahwa pihak sekolah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh orang tua, mentor, pembina, serta civitas akademika Al Wafi IIBS yang telah memberikan doa, dukungan, dan kontribusi dalam proses pencapaian prestasi tersebut.

Dalam kompetisi tersebut, Fauzi dan Rafan bersaing dengan talenta muda dari berbagai negara, antara lain Thailand, Myanmar, Taiwan, China, Palestina, Oman, Belarus, Jepang, Malaysia, Rusia, serta tuan rumah Korea Selatan," kata Kepala SMP Al Wafi IIBS Khaiman Dwi Harjoko saat dihubungi di Kolaka, Kamis.

Khaiman menyebutkan bahwa IYRC merupakan ajang kompetisi robotika internasional yang menguji kreativitas, inovasi teknologi, kemampuan merancang solusi, serta keterampilan peserta dalam memecahkan masalah melalui bidang robotika.

Pada kategori Creative Design, Fauzi dan Rafan berhasil meraih Grand Prize. Dalam sistem penghargaan pada kategori tersebut, capaian peserta terdiri atas Bronze, Silver, Gold, dan Grand Prize, dengan Grand Prize sebagai tingkat penghargaan tertinggi.

"Prestasi itu menjadi capaian membanggakan karena diraih di tengah persaingan pelajar dari berbagai negara. Keduanya mampu menunjukkan kreativitas, kemampuan teknis, dan kerja sama tim dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan selama kompetisi," ujarnya.

Keikutsertaan dalam IYRC 2026 juga memberikan pengalaman internasional bagi peserta. Selain membawa nama sekolah masing-masing, keduanya menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang berkompetisi di tingkat dunia.

Selama berada di Korea Selatan, para pelajar delegasi Indonesia berkesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, mengenal budaya negara lain, sekaligus memperluas wawasan global.

Sementara itu, orang tua Fauzi Haziq Amri, Dr. Vita Astini bersyukur atas capaian terbaik yang diraih untuk bangsa di ajang internasional.

"Kami merasa bangga dan bersyukur anak kami bisa meraih yang terbaik di ajang lomba internasional," ucap Vita.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026