Logo Header Antaranews Sultra

Kolaka siapkan lahan empat hektare bangun mesin penggilingan padi modern terintegrasi

Jumat, 11 September 2026 10:10 WIB
Image Print
Bupati Kolaka Amri (kiri) bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abbas (kanan) foto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) saat melakukan kunjungan di Kementerian Pertanian. (ANTARA/HO-Pemkab Kolaka)

Kolaka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, menyiapkan lahan seluas empat hektare guna mendukung rencana pembangunan lumbung pangan dan rice milling unit (RMU) atau unit mesin penggilingan padi modern terintegrasi dari Kementerian Pertanian, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka Abbas, di Kolaka, Jumat, mengatakan bahwa langkah strategis ini diambil guna menampung dan mengoptimalkan potensi produksi beras di Kabupaten Kolaka yang cukup besar, namun selama ini belum terfasilitasi oleh mesin pengolah pascapanen yang memadai.

"Pemerintah pusat melalui Bulog menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur cadangan pascapanen. Syaratnya membutuhkan lahan kurang lebih dua hektare yang real and clear. Alhamdulillah, kita punya lokasinya di Kecamatan Samaturu seluas empat hektare dan itu sudah sertifikat pemerintah," kata Abbas.

Menurut Abbas, potensi sektor pertanian sawah di Kabupaten Kolaka sangat potensial dengan luas lahan mencapai ribuan hektare, termasuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tercatat sekitar 8.831 hektare.

Dari total luas lahan tersebut, potensi produktivitas gabah dan beras Kabupaten Kolaka diperkirakan mampu mencapai sekitar 16,6 ribu ton per tahun dari dua kali masa panen.

"Dengan potensi produktivitas hingga 16.625 ton per tahun tersebut, Kolaka secara rasional sangat membutuhkan keberadaan RMU dengan kapasitas besar dan terintegrasi untuk menampung hasil panen petani secara maksimal," ujarnya.

Usulan penyiapan lahan fasilitas RMU modern dan lumbung pangan tersebut telah disampaikan langsung oleh Bupati Kolaka bersama jajaran Pemkab saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian dan Perum Bulog di Jakarta.

Hasil dari pertemuan tersebut menyepakati usulan pembangunan lumbung pangan dan RMU modern terintegrasi untuk Kabupaten Kolaka disetujui oleh pemerintah pusat di tahun 2027.

Sesuai dengan fasilitas serupa di daerah lain, proyek lumbung pangan dan RMU modern terintegrasi ini ditaksir memiliki nilai anggaran kurang lebih Rp80 miliar dengan kapasitas giling hingga 6-10 ton gabah per jam.

"Kalau merujuk di tempat lain yang sudah mendapatkan sebelumnya seperti di Kolaka Timur, Konawe dan seterusnya, itu anggarannya kurang lebih 80 miliar dalam satu paket kegiatan lumbung pangan dan RMU terintegrasi," tambahnya.

Abbas menegaskan bahwa hadirnya lumbung pangan dan RMU modern tersebut nantinya dapat mengatasi kendala petani yang di mana gabah hasil panen petani Kolaka selama ini kerap dibawa ke luar daerah seperti Sidrap, Sulawesi Selatan, untuk diolah, sebelum kembali masuk ke Kolaka.

"Dengan hadirnya fasilitas ini di lahan daerah, seluruh potensi panen gabah petani dapat ditampung dan diolah langsung di Kolaka secara efisien, modern, serta terintegrasi," jelasnya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026