Logo Header Antaranews Sultra

Pemkot Kendari aktifkan kembali Sentral IKM Sanua untuk berdayakan UMKM olahan pangan

Kamis, 10 September 2026 17:02 WIB
Image Print
Masyarakat saat mengunjungi dan membeli aneka makanan yang berada di Sentra IKM olahan pangan Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaktifkan kembali Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) olahan pangan di Kelurahan Sanua Kendari Barat untuk memberdayakan UMKM aneka pangan lokal di daerah tersebut.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ditemui di Kendari, Kamis, menyampaikan bahwa pemanfaatan kembali sentra IKM agar bisa dipergunakan pelaku usaha olahan pangan di lokasi lebih layak.

"Supaya para pengusaha, IKM dan UMKM seperti rumah makan ikan bakar tidak lagi berjualan di pinggiran jalan," ucap Siska.

Siska menjelaskan fasilitas IKM tersebut sebenarnya sudah ada dan pembangunannya menggunakan dana alokasi khusus (DAK) di tahun 2021.

Namun, kata dia, fasilitas bantuan pemerintah pusat itu terbengkalai karena tidak pernah dimanfaatkan pemda untuk para UMKM.

"Di sini ada 14 lods diharapkan IKM dan UMKM olahan pangan kita bisa menggunakan untuk kesejahteraan mereka," ungkap Siska.

Siska menyebutkan bahwa selain untuk memberdayakan para UMKM olahan pangan lokal, kebijakan tersebut guna penataan kota agar aktivitas ekonomi terpusat di satu lokasi.

"Supaya para penjual di area pelabuhan dan pasar kota bisa pindah berjualan di sini, tidak berhamburan di pinggiran jalan," jelasnya.

Para masyarakat saat mengunjungi dan membeli aneka makanan yang berada di Sentra IKM olahan pangan Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Ia menyampaikan pemkot memberikan kebijakan gratis selama tiga bulan pertama bagi para pedagang UMKM yang pindah berjualan di Sentra IKM tersebut. Selain itu, untuk sementara para pedagang diminta membersihkan secara mandiri lokasi tersebut.

"Ini juga manfaat ganda selain untuk para pedagang juga kota Kendari lebih tertata dan tidak kumuh," jelas Siska.

Siska mengungkapkan bahwa Kota Kendari memiliki sekitar 600 IKM khusus olahan pangan dengan kemampuan menyerap tenaga kerja kurang lebih 1.500 orang. Potensi itu dinilai cukup besar untuk mendorong perputaran ekonomi daerah.

Adanya sentra IKM ini juga diharapkan pertumbuhan ekonomi di sektor kewirausahaan. Apalagi Kota Kendari masuk tiga besar daerah pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian 7,78 persen pada triwulan pertama 2026.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan terus diperkuat melalui pengembangan sektor usaha, peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," jelasnya.

Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) Farida Agustina menambahkan adanya sentra IKM bisa memperluas pemasaran berbagai olahan pangan lokal di Kota Kendari serta membangun jejaring ekonomi antara UMKM dengan para pengunjung.

"Sehingga olahan pangan lokal kita lebih dikenal dan disukai karena promosinya bisa dilakukan di sentra IKM ini," tambahnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kendari aktifkan Sentral IKM Sanua untuk berdayakan UMKM olahan pangan



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026