
Kemlu RI: CSD Indonesia-China bahas lima pilar, ekonomi jadi prioritas

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Dialog Komprehensif Strategis (CSD) antara Indonesia dan China pada Jumat akan berfokus pada kemitraan ekonomi, meski rincian topik bahasan masih dalam proses pematangan.
Menurut Direktur Asia Timur Kemlu RI Arifianto Sofiyanto, kemitraan strategis Indonesia-China memiliki lima pilar utama, yaitu politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan.
“Tetapi untuk pembahasan CSD kali ini disepakati akan dititikberatkan pada kemitraan ekonomi,” kata Arifianto dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Direktur di Kemlu RI itu mengatakan meski pembahasan dalam dialog tersebut akan mencakup seluruh lima pilar kerja sama strategis, pembagian porsi waktu pembahasan untuk setiap pilar akan berbeda-beda.
Karena masih dalam pembahasan, ia pun mengaku masih belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut terkait rincian isu yang akan dibicarakan dalam pertemuan pada Jumat tersebut.
“Untuk isu-isu pembahasan yang lebih rinci masih dalam proses mematangkan antara kedua belah pihak,” ucap dia.
Arifianto menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan dialog pertama yang dilakukan Indonesia dengan negara lain dengan mekanisme CSD setelah hubungan Indonesia-China naik taraf menjadi kemitraan strategis dan komprehensif.
Ia mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut disepakati saat kunjungan Menteri Luar Negeri Sugiono ke Beijing pada April 2025, yang juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping sebelumnya.
Untuk CSD kali ini, delegasi China dipastikan akan didampingi oleh sejumlah pejabat setingkat wakil menteri di bidang ekonomi.
Karena itu, Indonesia juga mempersiapkan kehadiran para wakil menteri agar dapat menjadi mitra wicara bagi delegasi China dalam dialog CSD pada Jumat, kata dia.
Adapun di hari yang sama setelah pertemuan CSD, akan diselenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan, atau lazim disebut pertemuan format “2+2”, antara Menlu Wang Yi dengan Menlu Sugiono serta Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Dong Jun.
Sebelumnya dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kemlu China Lin Jian mengatakan bahwa Indonesia dan China akan memfokuskan pembicaraan dalam CSD perdananya pada sektor pembangunan dan modernisasi.
"Kedua pihak akan fokus pada sinergi yang lebih baik antara strategi pembangunan, mengeksplorasi langkah-langkah praktis untuk memperdalam komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama, dan memperkuat modernisasi masing-masing negara," kata Lin Jian.
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
