Logo Header Antaranews Sultra

PT Vale bersiap gelar perundingan PKB ke-22 dorong hubungan industrial harmonis

Rabu, 19 Agustus 2026 13:30 WIB
Image Print
Foto bersama usai pembukaan PKB ke-22 di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menggelar Pembukaan dan Pembekalan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-22 sebagai langkah strategis membangun hubungan industrial yang harmonis, strategis, dan berkeadilan antara manajemen dan karyawan.

Acara yang berlangsung di TAB Hall Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas. Turut hadir jajaran Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Timur serta para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh di lingkungan PT Vale.

Chief Human Capital PT Vale Indonesia Heriyanto Agung Putra menegaskan bahwa perundingan PKB bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi hubungan kerja melalui musyawarah.

"PKB bukan hanya kewajiban, tetapi kesempatan untuk membangun hubungan industrial yang lebih harmonis, strategis, dan berkeadilan. Mari kita gunakan kesempatan baik ini untuk membangun silaturahmi dan musyawarah," ujar Heriyanto dalam keterangan resminya yang diterima di Sorowako, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan karyawan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Menurutnya, lingkungan kerja yang sejahtera akan mendorong produktivitas, sementara pertumbuhan bisnis yang sehat menjadi modal utama perusahaan dalam memberikan manfaat bagi pekerja.

Dalam perundingan PKB ke-22 ini, proses negosiasi akan melibatkan sembilan perwakilan manajemen dan sembilan perwakilan serikat pekerja yang lolos tahapan verifikasi keanggotaan. Unsur serikat pekerja terdiri atas empat perwakilan FSPKEP, tiga perwakilan SPBVI, dan dua perwakilan SPSI.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Prov. Sulsel Jayadi Nas mengapresiasi langkah PT Vale dalam mempersiapkan perundingan yang mengedepankan dialog terbuka. Ia menilai operasional dan pola hubungan kerja di PT Vale layak dijadikan percontohan bagi perusahaan lain.

"Dalam berbagai persoalan perusahaan, saya selalu menjadikan PT Vale sebagai salah satu pilot project karena saya melihat langsung bagaimana perusahaan menjalankan perizinan dan operasional secara profesional," kata Jayadi.

Jayadi berharap perundingan ini berjalan kondusif dengan mengutamakan prinsip musyawarah mufakat demi menjaga keseimbangan antara produktivitas perusahaan, kepastian kerja, dan kesejahteraan para pekerja.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026