
Politikus oposisi Jerman desak pemerintah evaluasi dukungan untuk Ukraina

Moskow (ANTARA) - Markus Frohnmaier, anggota parlemen dari partai oposisi Alternatif untuk Jerman (AfD), menyerukan kepada pemerintah Jerman untuk membatasi dukungannya untuk Ukraina, dan merespons serangan Kiev terhadap infrastruktur penting Jerman.
Pernyataan politikus itu muncul di tengah pemberitaan surat kabar Berliner Zeitung yang menyebutkan bahwa Komisi Eropa tidak dapat memperkirakan beban keuangan bagi negara-negara Uni Eropa akibat pinjaman baru sebesar 90 miliar euro (sekitar Rp1,85 kuadriliun) untuk Ukraina pada periode 2026–2027.
"Pemerintah Federal akhirnya harus menjelaskan kapan batas finansial dan politik dukungan Jerman [untuk Kiev] akan tercapai."
"Pemerintah Federal di satu sisi tidak bisa terus-menerus membuat komitmen baru senilai miliaran untuk Kiev, sementara di sisi lain, berpura-pura bahwa dugaan serangan oleh lembaga pemerintah Ukraina terhadap infrastruktur penting kita tidak akan menimbulkan konsekuensi apa pun," kata Frohnmaier di X pada Selasa.
Dia mencatat bahwa Berlin telah mengalokasikan lebih dari 100 miliar euro (sekitar Rp2 kuadriliun) kepada Kiev dalam bentuk bantuan bilateral.
Jumlah itu juga mencakup bagian Jerman dari dana Uni Eropa yang dialokasikan untuk Ukraina, yang saat ini berjumlah 216 miliar euro (sekitar Rp4,45 kuadriliun), kata Frohnmaier.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Katriana
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
