
Perluas cakupan, Pemkot Kendari sasar murid baru optimalkan CKG

Kendari (ANTARA) -
Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus memperluas cakupan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh kalangan masyarakat di daerahnya, mulai dari bayi, anak, siswa atau murid sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk para Lansia.
Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 ini, Pemkot Kendari melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta 15 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Kendari menyasar peserta didik baru di seluruh satuan pendidikan.
Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, ditemui di Kendari, Senin, mengatakan seluruh sekolah harus dapat meningkatkan capaian program CKG tersebut hingga 100 persen, sebagai upaya pemerintah dalam memastikan kondisi kesehatan siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Menurutnya, program CKG yang menyasar murid baru untuk mendeteksi secara dini berbagai kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi proses belajar, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sehingga mendukung tumbuh kembang dan prestasi peserta didik, sekaligus memastikan seluruh siswa memulai tahun ajaran baru dalam kondisi sehat.
“Setelah Rakor antara Dinkes dan Diknas Kota Kendari terkait CKG pada seluruh pelajar di satuan pendidikan baik tingkat SD, SMP maupun SMA, kami minta semua kepala sekolah agar mencapai 100 persen untuk melakukan CKG," kata Amir Hasan.

Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, kesehatan mata, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, hingga skrining penyakit tertentu sesuai kelompok usia. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi maupun tindak lanjut apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan pada peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Hasria menyampaikan bahwa keterlibatan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut. Selain meningkatkan cakupan layanan, sekolah juga berperan dalam membangun kesadaran siswa dan orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurutnya, CKG bukan sekadar program pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat, produktif dan siap mengikuti proses belajar mengajar secara optimal.
”Sekolah memiliki peran strategis dalam menyukseskan program CKG karena menjadi pintu masuk utama bagi peserta didik baru. Untuk itu, seluruh sekolah diminta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing agar target capaian CKG dapat terpenuhi," sebut Hasria.
Melalui perluasan cakupan CKG kepada murid baru, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh anak usia sekolah memperoleh akses layanan kesehatan yang merata. Program ini juga mendukung percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pembangunan kesehatan di Kota Kendari.
Dinas Kesehatan Kota Kendari mencatat hingga saat ini warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang sudah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebanyak 213.721 orang dari total sasaran jumlah penduduk sebanyak 386.095 jiwa atau mencapai 55,36 persen.

Jumlah tersebut terdiri dari bayi sebanyak 4.089 dengan sasaran 7.402 bayi atau 55,24 persen, balita dan anak usia prasekolah (1-6 tahun) sebanyak 25.256 dari sasaran 42.382 atau 59,59 persen, anak usia aekolah (7-17 tahun) sebanyak 50.357 dari sasaran 71.374 murid atau 70,55 persen, dewasa (18-59 tahun) sebanyak 117.552 dari sasaran 232.279 orang atau 50.60 persen dan lansia mencapai 16.497 dari sasaran 32.658 lansia atau 50,51 persen.
Dinas Kesehatan Kota Kendari menyebut, capaian ini melebihi target nasional yang hanya sebesar 46 persen.
Pewarta : Saharuddin
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
