Logo Header Antaranews Sultra

Kemnaker alokasikan 10 ribu kuota pelatihan vokasi gratis di Sulawesi Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 16:11 WIB
Image Print
Menaker RI Yassierli saat membawakan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan sebanyak 10 ribu kuota untuk program pelatihan vokasi secara gratis bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang 2026.

"Saya juga sudah sampaikan ke Gubernur Sultra, khusus untuk Sultra kita siapkan minimal 10 ribu kuota pelatihan hingga Desember 2026," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membawakan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu.

Yassierli mengatakan bahwa program ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya guna meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta etos kerja masyarakat Sultra agar siap menyerap peluang di dunia kerja maupun berwirausaha.

"Materi pelatihan akan terus kami perbarui dan nantinya disambungkan langsung dengan kebutuhan di kawasan-kawasan industri," ujarnya.

Peserta pelatihan nantinya berhak memperoleh sejumlah fasilitas, seperti makan siang, bantuan biaya transportasi, sertifikat pelatihan BPVP, hingga Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan masyarakat umum berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun terdaftar pada platform SIAPkerja," sebut Yassierli.

Pelatihan vokasi tersebut bakal dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari yang memiliki 13 kejuruan, antara lain teknik listrik, elektronika, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), otomotif, pertambangan, pengelasan (welding), teknik bangunan, kecantikan, teknologi fesyen, pariwisata, teknologi pengolahan hasil pertanian, hingga produktivitas.

Selain pelatihan gratis, Yassierli juga mendorong lulusan perguruan tinggi dan tenaga kerja lokal di Sultra untuk memanfaatkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 yang menyediakan total kuota 150 ribu peserta secara nasional.

"Untuk batch pertama sudah selesai dan pelaksanaan magang dimulai pada 10 Agustus 2026. Setelah itu, akan dibuka batch kedua sebanyak 50 ribu peserta dan batch ketiga 50 ribu peserta lagi," jelasnya.

Ia menilai pesatnya pembangunan proyek industri di wilayah Sulawesi Tenggara menjadi momentum serta peluang besar yang harus ditangkap oleh para pencari kerja lokal melalui peningkatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026