Logo Header Antaranews Sultra

Sekolah Rakyat Kendari libatkan taruna bina karakter siswa

Selasa, 4 Agustus 2026 13:04 WIB
Image Print
Taruna yang tengah memberikan pengarahan kepada para siswa SRT 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melibatkan para taruna dalam Program Taruna Bakti guna membina karakter dan kedisiplinan para siswa baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala SRT 2 Kota Kendari Ferdinand Nicholas Boende saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan pembinaan oleh para taruna tersebut dilakukan secara menyeluruh guna menanamkan nilai-nilai bela negara dan kemandirian sejak dini.

"Taruna Bakti ini sebenarnya ide dari Bapak Prabowo, bagaimana melatih anak-anak Sekolah Rakyat tentang kedisiplinan dan bela negara. Di seluruh 166 titik Sekolah Rakyat yang melaksanakan MPLS, masing-masing didatangi oleh lima orang taruna," kata Ferdinand Nicholas.

Ia menjelaskan kehadiran lima taruna di sekolah tersebut bertujuan mendampingi para siswa dalam seluruh aktivitas harian, mulai dari bangun pagi hingga istirahat malam.

Taruna yang tengah memberikan pengarahan kepada para siswa SRT 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Selama pendampingan, lanjutnya, para siswa dibekali materi pembentukan karakter, antara lain pendidikan bela negara, cinta tanah air, latihan baris-berbaris, serta kebiasaan hidup tertib.

"Siswa diajar bagaimana cara merapikan dan melipat tempat tidur, merapikan pakaian, hingga tata cara duduk makan siap. Semua itu dilakukan dalam rangka pengembangan karakter siswa," ujar Ferdinand Nicholas.

Ferdinand menambahkan pendampingan oleh para taruna tidak hanya berlangsung pada kegiatan siang hari, melainkan berlanjut hingga malam hari untuk memastikan siswa menerapkan pola hidup disiplin dan teratur.

"Karena taruna ini mendampingi dari pagi sampai malam, anak-anak diajarkan merapikan tempat tidur dan mempersiapkan diri sebelum jam 21.00 WITA untuk istirahat," jelas Ferdinand Nicholas.

Melalui pendampingan melekat tersebut, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat, berkarakter, serta berdisiplin tinggi.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026