Logo Header Antaranews Sultra

Wali kota minta orang tua tak khawatir titipkan anak di sekolah rakyat Kendari

Senin, 3 Agustus 2026 12:12 WIB
Image Print
Para siswa yang mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/8/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendari (ANTARA) -

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meminta para orang tua siswa tidak perlu khawatir menitipkan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Kendari, Senin, mengatakan di sekolah tersebut pemerintah tidak hanya memberikan akses pendidikan secara gratis, tetapi juga menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para peserta didik, mulai dari jaminan kesehatan hingga ketercukupan gizi.

"Ibu-ibu dan para orang tua wali tidak usah khawatir untuk menitipkan anak-anak di Sekolah Rakyat. Di sini semua kebutuhan anak akan terpenuhi, mulai dari kesehatan hingga gizi. Bahkan tingkat kesejahteraan orang tuanya juga akan difasilitasi oleh pemerintah," katanya saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kendari.

Ia menjelaskan SRT 2 Kendari didesain sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang didukung sarana dan prasarana lengkap. Sekolah yang berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Kota Kendari seluas 5 hektare tersebut, telah dilengkapi gedung pembelajaran, asrama peserta didik, gedung serbaguna, dapur umum, kantin, serta fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola dan lapangan basket.

"Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat ini hadir untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kesetaraan hak pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya kategori kemiskinan ekstrem hingga miskin biasa," ujarnya.

Berdasarkan data Pemkot Kendari, tingkat kemiskinan di daerah tersebut saat ini 4,18 persen atau setara 18.380 jiwa, sedangkan hasil pemetaan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial mencatat sekitar 1.000 anak tidak sekolah (ATS) jenjang SD dan SMP di daerah itu.


Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/8/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Dia berharap, dengan hadirnya SRT di Kota Kendari ini mampu menekan angka anak tidak sekolah.

"Untuk tahap awal, sebanyak 206 siswa telah memulai proses pembelajaran di SRT 2 Kendari, terdiri atas 26 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Seluruh peserta didik merupakan warga Kota Kendari," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Siska juga memberi semangat kepada para peserta didik agar tidak berkecil hati dengan kondisi ekonomi keluarga.

Ia menekankan seluruh anak di Kota Kendari berhak mendapatkan kesempatan yang sama menjadi pemimpin di masa depan.

"Jangan pernah merasa rendah diri karena keadaan. Mau miskin, mau kaya, semuanya sama dan wajib bahagia. Banyak tokoh besar lahir dari keterbatasan. Yang membedakan adalah kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah," katanya.

Selain itu, Siska menitipkan pesan kepada para tenaga pendidik agar membimbing para siswa dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengimbau masyarakat aktif melapor jika masih menemukan anak putus sekolah di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani oleh Pemkot Kendari.

Kota Kendari menjadi salah satu di antara 38 kabupaten/kota pada tahap awal nasional yang mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, sedangkan target 543 daerah di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026