
Pemkot Kendari fungsikan Pasar Banteng guna bebaskan trotoar dari PKL

Kendari, Sultra (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memfungsikan keberadaan Pasar Banteng untuk membebaskan fasilitas umum, khususnya trotoar dan bahu jalan dari para pedagang kaki lima atau PKL.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa peresmian pasar hasil kolaborasi dengan CV Bersaudara Arsy Sinergi tersebut menegaskan bahwa penataan ini penting dilakukan agar aktivitas niaga tidak lagi mengorbankan keselamatan pengguna jalan dan keindahan tata ruang.
"Kami tidak ingin pasar-pasar liar terus bermunculan. Karena itu pemerintah menghadirkan fasilitas yang lebih layak agar pedagang memiliki tempat berjualan yang nyaman sekaligus tertata," kata Siska.
Ia mengungkapkan penambahan pasar tradisional ke-12 di Kota Kendari ini juga menjadi respons atas laju pertumbuhan penduduk di ibu kota provinsi tersebut yang kini menembus angka 375 ribu jiwa pada 2026.
"Dengan ruang dagang baru yang representatif, komoditas pertanian, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM kini memiliki wadah resmi tanpa harus mengokupasi area publik," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari Asnar menjelaskan bahwa pengoperasian pasar di atas lahan seluas satu hektare ini merupakan jawaban atas kondisi Pasar Anduonohu lama yang sudah kelebihan kapasitas.
Akibat keterbatasan daya tampung, ratusan pedagang sebelumnya meluber hingga ke kawasan Bundaran Tank dan trotoar di sekitarnya.
Asnar juga mengapresiasi model investasi yang terjalin, yang mana pihak swasta memberikan hak pengelolaan penuh atas operasional pasar tersebut kepada pemerintah daerah.
"Biasanya pemerintah bekerja sama dengan swasta. Namun pada proyek ini justru swasta yang memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengelola pasar. Model seperti ini sangat jarang ditemui," sebut Asnar.
Melalui pengalihan para pedagang ke Pasar Banteng, Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki sekaligus menghidupkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kecamatan Poasia.
Pewarta : La Ode Muh Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
