
PT GKP raih penghargaan terbaik I rehabilitasi DAS di Sultra

Kendari (ANTARA) - PT Gema Kreasi Perdana (GKP) berhasil meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Progres Terbaik dalam Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Wawonii ini dalam merealisasikan penanaman rehabilitasi DAS seluas 743 hektare di Kabupaten Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan.
"Seluruh target penanaman telah terealisasi 100 persen. Saat ini kami telah melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanaman tahun kedua dengan pendampingan dari BPDAS Konaweha untuk memastikan tanaman tumbuh optimal dan mampu memulihkan fungsi ekologis kawasan," kata Environment & Green Mining Superintendent PT GKP, Hendrik Supriatna di Kendari, Selasa.
Hendrik mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi penyemangat sekaligus refleksi bagi perusahaan untuk terus menjaga konsistensi dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Menurut dia, keberhasilan rehabilitasi DAS merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Ia juga menegaskan komitmen lingkungan tersebut tidak akan luntur meskipun saat ini perusahaan sedang menghadapi berbagai tantangan operasional.
"Dalam kondisi seperti sekarang, tanggung jawab kami terhadap pengelolaan lingkungan tidak akan luntur. Kami tetap menjalankan seluruh kewajiban pengelolaan dan pemulihan lingkungan sesuai aturan serta kaidah pertambangan yang baik," tegas Hendrik.
Konsistensi pengelolaan lingkungan oleh PT GKP tersebut turut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Guru Besar Jurusan Kehutanan Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ir. Hj. Husna, MP, menilai capaian ini menjadi indikator penting bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab mampu berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan di Pulau Wawonii.
"Terjaganya kualitas ekologi dan keanekaragaman hayati di Pulau Wawonii tidak terlepas dari progresifnya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pihak perusahaan. Prestasi ini juga hasil kolaborasi apik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga keseimbangan lingkungan," kata Prof Husna.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPDAS Konaweha, Sakrianto Djawie, kepada Hendrik Supriatna dalam ajang Rehabilitasi DAS Award 2026 yang diselenggarakan oleh BPDAS Konaweha Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan di Hotel Claro, Kendari.
Kegiatan yang mengusung tema "Ayo Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi Anoa Tercinta" tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 perusahaan tambang pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di Sultra, serta dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan RI, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
