Logo Header Antaranews Sultra

Imigrasi Kendari hadirkan layanan PASPORIA saat "Car Free Day" di Eks MTQ

Minggu, 14 Juni 2026 17:26 WIB
Image Print
Layanan PASPORIA Imigrasi saat CFD di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Imigrasi Kendari)

Kendari (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menghadirkan inovasi layanan PASPORIA (Paspor Minggu Ceria) di kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu, guna mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui program jemput bola.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari Muhammad Novrian Jaya, melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Slamet Wahono di Kendari, Minggu, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen instansinya untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif.

"Melalui program PASPORIA, kami ingin memberikan kemudahan akses layanan paspor bagi masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi," ujar Slamet di sela-sela kegiatan Car Free Day (CFD) tersebut.

Slamet menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko melalui program "Imigrasi untuk Rakyat". Program ini dirancang agar layanan keimigrasian semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas secara inklusif dan adaptif.

Selain dilaksanakan di Kota Kendari, program PASPORIA juga menjangkau beberapa kabupaten di wilayah Sulawesi Tenggara sebagai upaya pemerataan layanan.

Pantauan di lokasi menunjukkan layanan PASPORIA mendapat sambutan antusias dari warga yang tengah beraktivitas di arena CFD. Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia—mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa—mengantre untuk mengurus paspor baru maupun penggantian paspor yang habis masa berlakunya.

Salah seorang pemohon asal Kendari, Irma, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan jemput bola ini. Ia yang awalnya hanya berniat berolahraga bersama keluarga akhirnya memanfaatkan momen tersebut untuk mengurus paspor anaknya.

"Niatnya sebelumnya mau buat di Kantor Imigrasi, tapi kebetulan ada layanan di sini jadi sekalian," kata Irma seraya menambahkan bahwa persyaratan pembuatan paspor anak tergolong mudah dan praktis.

Senada dengan itu, pemohon lainnya, Hj Hasnani, memanfaatkan layanan PASPORIA untuk mengurus penggantian paspornya yang telah kedaluwarsa sejak 2016 demi keperluan ibadah umrah pada September mendatang.

"Sangat mempermudah, semuanya dibantu. Layanan PASPORIA ini sangat membantu karena prosesnya lebih mudah dan dekat dengan masyarakat," tutur Hasnani.

Melalui keberlanjutan program PASPORIA ini, Kantor Imigrasi Kendari berharap masyarakat dapat semakin mudah mengakses layanan dokumen perjalanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keimigrasian.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026